BERI TANGGAPAN - Bupati Sigi, Irwan Lapatta saat meluapkan tanggapannya pada sesi RDP DPRD Sulteng ihwal peningkatan mutu pendidikan Sulteng, di ruang sidang utama kantor DPRD Sulteng, Rabu, 23 Mei 2023. (Foto: Metrosulawesi/ Faiz Syafar Lanoto)

Palu, Metrosulawesi.id – Berbagai persoalan dunia pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah masih cukup kental terjadi.

Hasil agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh Komisi III dan IV DRPD Sulteng yang mengundang ragam lintas instansi terkait pendidikan pada Rabu, 23 Mei 2023, menimbulkan banyak catatan penting.

Seperti yang diungkapkan Bupati Sigi, Irwan Lapatta saat turut menghadiri rapat tersebut. Kata dia, Sulteng harus punya cetak biru khusus sebagai instrumen pembenahan mutu pendidikan.

“Blue print yang saya sarankan seperti di Pemerintahan Kabupaten Sigi, saya membuat peta pendidikan yang cukup lama hampir 3 tahun baru tuntas. Kami menyusun semua berbagai persoalan dan data-data,” ujar Irwan di hadapan puluhan peserta RDP, yang dipimpin Ketua Komisi IV, Dr. Alimuddin Paada.

Semisal Irwan menyebut cetak biru itu merincikan jumlah guru, jumlah siswa, jumlah sarana prasarana di seluruh Kabupaten Sigi.

“Melalui blue print ini tentu bisa kuat melibatkan instansi-instansi terkait seperti Alkhairaat, Unimuh, Untad, STIA, dan lain-lain,” imbuhnya.

Mantan Kadis Pendidikan Donggala ini pun mengungkapkan, masalah lainnya yang memengaruhi mutu pendidikan di Sulteng akibat sentuhan-sentuhan politik. Seperti seseorang pejabat di dinas pendidikan yang miliki kompetensi sesuai dicopot dari jabatannya.

“Ini problem yang mendasar juga. Ketika si A (pejabat) naik jabatan padahal dia tepat menjabat dinas terkait, karena persoalan politik berakhir dicopot (oleh kepala daerah),” lugasnya.

Sehingga, kata dia, cetak biru penting dibuat agar menemukan ragam hambatan. Patut juga seluruh lembaga terkait kompak meningkatkan mutu pendidikan Sulteng, yang kini terbilang masuk peringkat terbawah.

Reporter: Faiz Syafar Lanoto
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas