Ilham Kawaroe - Sahlan L Tandamusu. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Polemik Uji Materi Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Donggala, Metrosulawesi.id – Pemerintah dan DPR telah bersepakat tetap menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka di tahun 2024 mendatang.

Walaupun pada awalnya UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu dilakukan uji materil di MK, dan meminta agar pemilu tahun 2024 mendatang dilakukan secara proporsional tertutup.

“Jika itu sampai terjadi pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup artinya kemunduran demokrasi,” Kata Ilham Kawaru, anggota Komisi I DPRD Donggala Kamis (13/4) di ruang kerjanya.

Kata Ilham, jika pemilu 2024 mendatang menggunakan proporsional tertutup hanya memilih partai saja tidak dengan calegnya bisa menimbulkan potensi gesekan di internal partai.

“Bahaya juga sistem proporsional tertutup, kita tidak tahu nanti partai kita siapa yang akan ditunjuk menjadi calegnya atau perwakilannya di DPRD, bisa menimbulkan konflik internal juga di partai,” ucapnya lagi.

Hal senada disampaikan wakil ketua I DPRD Donggala Sahlan, L tandamusu kamis kemarin saat ditemui di ruang kerjanya, menurutnya dari awal partai Nasdem bersuara keras menentang sistem pemilu proporsional tertutup.

“Alhamdulliah kami mengapresiasi keputusan MK yang tetap melakukan pemilu secara proporsional terbuka, dari awal Nasdem dan partai2 lain menolak sistem pemilu proporsional tertutup,” bebernya.

Ditambahkannya pemilu dengan sistem proporsional terbuka memberikan ruang kepada masyarakat untuk menjadi pemimpin,

“Setiap warga atau masyarakat berhak menjadi pemimpin dan menjadi anggota DPRD, karena jika sistem pemilu dilakukan dengan proporsional tertutup sudah bisa dipastikan akan ada konflik internal setiap partai, dan ini adalah kemunduran demokrasi,” tutup Sahlan yang digadang-gadang maju pada pilkada Donggala 2024 mendatang.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas