Albertinus P Napitupulu, SH. (Foto: Istimewa)
  • Rekanan Dalam Proyek Pengadaan Kapal Tangkap 2019

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Satu lagi terpidana kasus korupsi proyek Pengadaan Kapal Pada Dinas Kelautan tahun anggaran 2019 kembali dieksekusi ke Lapas kelas II B Tambun Kecamatan Baolan oleh tim eksekutor Kejari Tolitoli pada Jumat siang kemarin 17/02/23. Terpidana yang dieksekusi itu tak lain adalah kontraktor dalam proyek pengadaan kapal bernama Mujahidin Dean.

Kajari Tolitoli Albertinus P Napitupulu SH  kepada media ini mengatakan, terpidana dr Mujahidin Dean dieksekusi ke lapas dengan menggunakan rompi orange dan menumpangi kendaraan dinas Kejaksaan warna hijau DN 1321 D setelah melalui pemeriksaan atas perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum( DAK,DAU) atas pekerjaan pengadaan kapal / perahu penangkap ikan pada Dinas Perikanan Kabupaten Tolitoli Tahun Anggaran 2019.

Dikatakan terpidana dr Mujahidin Dean  adalah rekanan kontraktor pengadaan kapal sudah sesuai dengan dikeluarkannya putusan kasasi nomor 6774 K/Pid.Sus/2022 tanggal 12 desember 2022 sehingga dijatuhkan  divonis  4 tahun oleh hakim, selain itu terpidana juga di denda Rp. 200 juta.

“Serta pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.1Miliyar lebih,” jelas Kajari Tolitoli.

Ditambahkan, keluarnya Vonis kasasi dari Mahkamah Agung ( MA) lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 5 tahun penjara.

“Vonis terhadap terpidana Mujahidin Dean 4Tahun penjara, yang artinya lebih rendah dari tuntutan JPU,” ujarnya.

Diketahui kalau kasus Tindak Pidana Korupsi pada Pengadaan Kapal/ Perahu penangkap ikan di Dinas Kelautan Tolitoli menyeret 4 orang terpidana di antaranya  Kadis Perikanan Gusman ,PPK Moh. Sahlan Bantilan, PPTK Nurnengsih serta  dr. Mujahidin Dean selaku pihak kontraktor (Manajer Operasional Sulawesi Tengah CV. Wultom dan CV Generasi Pribumi).

Dikatakan Sebelumnya, dalam amar putusan pada persidangan di PN Tipikor Palu tahun lalu terhadap 4 orang Terpidana kasus korupsi pengadaan kapal nelayan tahun 2019 divonis bebas oleh majelis hakim, namun JPU melakukan upaya hukum kasasi ke MA dan menggugurkan putusan sebelumnya di tingkat PN Tipikor sehingga oleh mejelis hakim MA memvonis bersalah dan memerintahkan kepada JPU untuk melakukannya eksekusi terhadap terpidana kasus tersebut.  Adapun  putusan kasasi nomor 6786 K/Pid.Sus/2022 tanggal 12 desember 2022 Ir. Gusman, Moh. Sahlan Bantilan, S.Pi dan terdakwa Nurnengsih, S.Pi dijatuhi hukuman pidana selama 3 tahun penjara dan denda Rp. 100.juta.

“Ketiga terpidana tersebut sebelumnya dituntut  6 tahun penjara dan denda Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah),” ucapnya.

Reporter: Aco Amir

Ayo tulis komentar cerdas