TPA Kawatuna. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana menambah luas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Kawatuna Kecamatan Mantikulore Palu.

Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir menyatakan berdasarkan hasil kajian saat ini luasan lahan TPA Kawatuna tidak lagi ideal untuk menampung buangan sampah masyarakat.

Ia mengatakan luas TPA saat ini yang menjadi milik Pemkot Palu hanya seluas 5 Hektar.

“Ini memang perlu dipikirkan. Kita butuh hingga 20 mendatang. Mau tidak mau sudah harus disiapkan”kata Ibnu, Sabtu 21 Januari 2023.

Terkait rencana pembebasan lahan TPA ini Ibnu menjelaskan proses sudah sampai pada pembuatan dokumen perencanaan pembebasan lahan. Pemkot Palu menyiapkan anggaran sebesar Rp10 Miliar untuk rencana tersebut.

“Yang dilakukan saat ini untuk tahap 1 dari 5 tahap yang ditetapkan. Tahap 1 ini rencana luas hektar 10 hektar. Tapi tergantung hasil aprasial nantinya,” jelas Ibnu.

Dalam proses pembebasan lahan terangnya dilakukan dengan 3 tahap. Pertama adalah perencanaan, kedua pembebasan dan ketiga penyerahan hasil.

Dalam tahap perencanaan dibagi lagi menjadi 4 tahapan. Pertama pembentukan tim, multi stakeholder, konsultasi awal sekaligus identifikasi lokasi, publik konsultasi meeting. Tahap konsultasi meeting ini untuk menyepakati kemauan para pemilik lahan untuk melepaskan lahan untuk kepentingan itu.

“Alhamdulillah semua masyarakat mau lahan miliknya dibebaskan untuk menambah luas TPA,” ujarnya.

Selanjutnya tahapan pembuatan berita acara kesepakatan dan pembuatan serta pengumuman Penetapan Lokasi (Penlok).

Setelah tahap pembuatan Penlok dokumen pembebasan kemudian diserahkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk legalisasi kepemilikan lahan tersebut.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas