Ilustrasi buaya. (Foto: Pixabay/ tpsdave)
  • Seorang Ibu Jadi Korban Buaya Muara

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Hasrawati (43) ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban keganasan buaya muara saat sedang mencari kangkung di wilayah Kecamatan Ogodeide, Minggu (23/1/2023).

Menurut laporan masyarakat setempat, hal itu dipicu oleh populasi buaya kian tahun meningkat khususnya diwilayah Kecamatan Lampasio dan Ogodeide sehingga sangat meresahkan warga.

Hasrawati yang kerap disapa Neneng merupakan korban yang kesekian kalinya dimana sebelumnya hal serupa juga pernah dialami seorang wanita bernama Erni (44) ditahun 2020 dan meninggal dunia.

Dari keterangan pihak Polsek setempat, kronologis kejadian bermula saat Hasrawati dan suaminya Ajran (56) bertolak dari kediamannya di Kecamatan Lampasio dusun dua kampung tengah menuju sungai di Desa Pagaitan Kecamatan Ogodeide dengan jarak yang tidak terlalu jauh hanya untuk memetik kangkung.

Sekira pukul 07.30 waktu setempat, Hasrawati bersama sang suami tiba di sungai tersebut dan bergegas memetik kangkung.  Pada saat yang bersamaan tanpa disadari buaya muara yang kemungkinan lebih dulu telah mengintai berhasil menerkam Hasrawati di bagian pinggang.

Ajran dibantu oleh pekerja sawit menolong korban dengan cara ditarik namun sayang nyawa Hasrawati tidak tertolong karena luka sobek di bagian perut.

“Pada saat itu suaminya Ajran berusaha menolong istrinya dan meminta pertolongan kepada sejumlah pekerja sawit, pekerja sawitpun bergeras membantu dengan cara menarik korban, setelah dikeluarkan dari dalam air bagian perut korban mengalami luka sobek, meninggal di tempat,” ujar Kapolsek Ogodeide IPTU Dickri Sutarjo kepada wartawan. 

Diketahui sebelum kemunculan para buaya muara, sungai yang berada di wilayah Ogodeide merupakan sungai  yang kerap digunakan warga untuk berbagai beraktivitas sehari-hari, baik mandi, mencuci, memancing dan memanen sayur jenis kangkung.

Dari kejadian yang terlapor, sejak 2019 hingga memasuki awal tahun 2023 ini korban meninggal dunia diserang oleh buaya sebanyak 4 kasus semuanya terjadi di wilayah Kecamatan Ogodeide.

Di antaranya, April tahun 2019, nelayan hilang diterkam buaya dengan korban Daniel (38) warga desa Kamalu Kecamatan Ogodeide, Agustus tahun 2020 korban bernama Erni (44) asal desa Kamalu, Irwan (40) nelayan dari keterangan sejumlah saksi yang juga hilang diterkam buaya asal desa Bilo Ogodeide, dan terahir Hasrawati.

Tidak sampai di situ dari penelusuran media ini, sejumlah saksi yang dibuktikan dengan video, buaya kerap terlihat menampakkan diri dengan santainya diwilayah perairan lain sepeti kecamatan Galang dan di kecamatan Baolan tepatnya di pelabuhan Dede, kelurahan Sidoarjo. Untuk itu pihak Polres Tolitoli mengimbau agar masyarakat khususnya diwilayah Ogodeide dan sekitarnya agar berhati-hati dalam beraktivitas disungai, mengingat teror buaya muara bukan kaleng-kaleng.

Reporter: Arya Saputra
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas