BERI KETERANGAN - Komisi III DPR RI memberi keterangan kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando (Mako) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah di Kota Palu, Kamis (19/01/2023). (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Palu, Metrosulawesi.id – PT GNI di Kabupaten Morowali Utara dinilai berupaya memberangus keberadaan serikat pekerja di perusahaannya. Dugaan ini diperkuat dengan adanya 10 pekerja yang merupakan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) tidak dilanjut masa kontrak.

Hal demikian disampaikan Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Morowali, Katsaing, mewakili serikat pekerja usai rapat tertutup bersama TIM Komisi III DPR RI dan perusahaan, di Mapolda Sulteng, Kamis (19/01/2023).

Sebelum bentrok, SPN dikatakan berulang kali melakukan aksi dan beberapa kali menyurat dengan melayangkan 8 tuntutan kepada pihak perusahan. Namun sampai hari ini, hal itu bisa diakomodir oleh dari pihak manajemen.

“Tapi tidak ada niat baik perusahaan melakukan bipatrit guna penyelesaian masalah internal karyawan PT GNI dan manajemen, terkait masalah K3, PKWT, PKWTT, kelangsungan kerja, tunjangan skill dan lainnya,” katanya.

Dijelaskan, alasan dari manajemen, manajeman tidak bisa melaksanakan perjanjian dengan serikat pekerja sebab mereka tidak mengakui keberadaan serta kehadiran serikat pekerja di PT GNI. Hal tersebut menurut dia, jelas mencederai peraturan undang-undang kekebasan berkumpul dan berserikat.

“Jadi mereka ini di sana tidak mau menerima kehadiran serikat. Jadi ada upaya unsur union busting terhadapan serikat buruh, serikat pekerja yang ada di manajeman PT GNI,” katanya.

Sementara itu, Muslim Wakil SPN Morowali menambahkan, pada saat rapat Komisi III DPR RI meminta data apakah benar ada indikasi union busting di perusahaan guna ditindak lanjuti.

“Dari serikat pekerja sudah jauh-jauh hari kita siapkan data tersebut, karena selama ini ada beberapa teman pengurus yang diberikan pilihan. Apakah mereka bersedia bekerja kembali dengan konsekuensi meninggalkan SPN,” ucap dia.

Reporter: Addi Pranata
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas