PETANI ORGANIK - Yuli Sumuke semringah menujukkan padi di sudah menguning, Sabtu 17 Desember 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)
  • Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

PT Vale Indonesia, Tbk (PT Vale) tidak sekadar mengejar profit atau keuntungan semata. Tapi, juga membuka jalan bagi masyarakat di lingkar tambang untuk berjalan bersama membangun kemandirian.  Seperti apa? Berikut laporan jurnalis Metrosulawesi yang mengunjungi area tambang PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

YULI Sumuke semringah. Bulir-bulir padi di sawahnya sudah menguning dan akan panen pekan depan. Pria 54 tahun ini menghitung, musim panen kali ini bisa mengantongi Rp20 juta.

“Saya jual beras Rp17 ribu per kilogram. Dalam satu hektar  bersih pendapatan sekitar Rp20 juta,” ujar Yuli Sumuke, Sabtu, 17 Desember 2022.

Yuli Sumuke adalah petani di Dusun Pae-pae, Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sejak enam tahun lalu, dia beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

Bukan hanya Yuli Sumuke yang merasakan dampak positif dari pertanian organik. Di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, sebanyak 714 petani juga mengambil keputusan yang sama dengan Yuli Sumuke.

Ratusan petani beralih ke organik bukan hanya karena modal kerja yang jauh lebih murah dibandingkan pertanian konvensional, tapi juga alasan kesehatan. Petani menyadari bahwa padi organik lebih sehat karena bebas residu bahan kimia. Dan tak kalah penting, turut serta menjaga keseimbangan ekologi dengan menghindari penggunaan pestisida atau pupuk kimia.

Itu pula alasan PT Vale Indonesia, Tbk melaksanakan program pendampingan kepada ratusan petani tersebut. Ini adalah bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan Vale, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Site Manager Aliksa Organic SRI Consultant, Koko Komamin mengatakan, ada 53 hektar lahan pengembangan pertanian System of Rice Intensification (SRI) organik di 4 kecamatan yang termasuk lingkar tambang PT Vale yakni Malili, Nuha, Towuti, dan Wasuponda.

“Selain padi, ada juga sayuran dan tanaman herbal organik di lahan seluas 9 hektar.  Ada 714 yang kami dampingi, dominan perempuan,” kata Koko Komamin.

Selain pertanian organik, Vale juga mendorong kemandirian ekonomi peternak ayam berbasis kelompok. Salah satunya Woliko, kelompok peternak ayam di Desa Matompi Kecamatan Towuti.

Woliko yang beranggotakan 12 pemuda di desa ini menerima bantuan berupa bangunan kandang dan bibit ayam KUB sebanyak 500 ekor. Kadang itu diresmikan pada 5 Juli 2022.

“Cepat panenanya, bisa dua sampai tiga bulan. Kalau ayam kampung biasa lima sampai enam bulan dirawat baru panen,” kata Ketua Kelompok Woliko, Sulaiman, pria 37 tahun.

Sama dengan petani organik di Desa Ledu-ledu tadi, Sulaiman juga menyatakan, akan terus mengembangkan usaha yang dirintisnya sejak 2019 ini. Apalagi, Vale memberikan pendampingan untuk pengembangan usaha ini.

Dukungan PT Vale

Program pertanian dan peternakan ayam organik hanya contoh kecil dari besarnya dukungan Vale terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di lingkar tambang sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR).

Sesuai Rencana Induk PPM PT Vale 2018-2022, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dialokasikan biaya sebesar 29 juta Dolar AS atau sekitar Rp451 miliar (kurs: Rp15.582) , begitu data yang dikutip dari dokumen Sustainability Report PT Vale Indonesia,Tbk tahun 2021.

Dalam laporan itu, juga diungkap bahwa pada tahun 2021, perseroan telah membiayai program PPM di Blok Sorowako sebesar 2,7 juta Dolar AS atau sekitar Rp31 miliar (kurs:Rp15.582). Dana sebesar itu dialokasikan untuk program pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, sosial lingkungam (partisipasi masyarakat), dan kelembagaan komunitas masyarakat.

Selain itu, dalam bentuk pembangunan infrastruktur penunjang program PPM mencapai 1,5 juta Dolar AS atau Rp23 miliar (kurs:Rp15.582). Namun, yang disalurkan bentuk uang, melainkan dalam bentuk program.

Chief Operating Officer (CCO) PT Vale Indonesia, Abu Ashar mengatakan, dalam pelaksanaan program PPM, PT Vale terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah maupun masyarakat dalam hal pembahasan, penyusunan hingga evaluasi.

“Kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat sehingga program lebih terorganisir. Pemerintah tentu tahu area mana yang perlu diprioritaskan. Kami selalu mendengarkan masukan dalam pelaksanaan program PPM,” kata Abu Ashar, Minggu Desember 2022.

Pengembangan UMKM, Kesehatan dan Wisata

Program PPM lainnya adalah pembinaan Usaha Kecil dan Mengengah (UMKM) di empat kecamatan lingkar tambang yakni Nuha, Towuti, Wasuponda dan Malili.

Senior Coordinator PPM PT Vale, Baso Haris mengatakan, sampai saat ini Vale membina dan mendampingi 104 UMKM di Kabupaten Luwu Timur. Setelah dilakukan pembinaan dan pendampingan, lima di antaranya sudah termasuk kategori mandiri.

“Ada juga yang omzetnya per bulan mencapai ratusan juta. Produknya roti. Ada juga UMKM yang omzetnya Rp3,5 juta per hari,” kata Baso Haris, Sabtu 17 Desember 2022.

Selain itu, ada UMKM binaan Vale di Kecamatan Malili yang sudah merekrut pekerja sampai lima orang. Hal ini, kata dia merupakan indikator bahwa UMKM yang didampingi bisa berkembang dengan baik.

Produk UMKM dipasarkan ke berbagai tempat, salah satunya di Gallery Kareso Anatowa yang terletak di Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha. Gallery ini adalah salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (Bumdesma) di Kecamatan Nuha.

“PT Vale telah berkontribusi besar dalam pengembangan usaha ini,” kata Direktur Bumdesma Anatowa, Zulfikar Arna, Sabtu 17 Desember 2022.

Selain pertanian  dan UMKM, Vale juga memberikan pendampingan kepada Himpinan Penggiat Herbal Organik (HIPHO) Luwu Timur. Panti Sehat HIPHO di Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha memberikan pelayanan kesehatan secara tradisional dan memproduksi aneka ramuan obat herbal.

Program PPM Vale juga menyasar pengembangan wisata. Salah satunya di Desa Matano Kecamatan Nuha yang dikelola pemuda setempat. Namanya: Laa Waa River Park.

Sama dengan petani, peternak, pelaku UMKM, program PPM ini telah memberi dampak pada perekonomian masyarakat di lingkar tambang. 

“PT Vale telah berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi di desa kami,” kata Kepala Desa Matano, Jumahir. 

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas