Linda Imelda Samel. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh: Linda Imelda Samel (*

PEMBANGUNAN berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) bertujuan untuk menstabilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan yang dapat menjaga keberlanjutan kehidupan social masyarakat,lingkungan hidup serta menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang dapat menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. SDGs menjadi pembangunan Global dengan target dari tahun 2015 sampai 2030 merupakan lanjutan dari program MDGs dan mengarah pada pencapaian tujuan yang belum selesai atau belum tercapai pada MDGs yang memiliki 17 tujuan yaitu,: (1) tanpa kemiskinan, (2) tanpa kelaparan,(3) kehidupan sehat dan sejahtera,(4) pendidikan berkualitas,(5) kesetaraan gender,(6) air bersih dan sanitasi layak,(7) energy bersih dan terjangkau,(8) pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,(9) industry inovasi dan infrastruktur,(10) berkurangnya kesenjangan,(11) kota dan komunitas berkelanjutan,(12) konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,(13) penanganan perubahan iklim,(14) ekosistem lautan ,(15) ekosistem daratan,(16) perdamaian,keadilan dan kelembagaan yang tangguh,(17) kemitraan untuk mencaapai tujuan.

Salah satu tujuan SDGs yang penting dan tidak dapat terlepas dari kehidupan masyarakat ada di poin 4 Pendidikan berkualitas.Kenapa harus pendidikan? karena pendidikan merupakan komponen yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia .serta menjadi bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang sesuai dengan pembawaan, potensi, kreativ dan inovatif yang dimilikinya. Dan pendidikan juga tidak hanya berperan menciptakan generasi muda sebagai agent of change yang membawa perubahan,namun generasi muda harus bisa menjadi agent of produser yang mampu menciptakan perubahan yang nyata.dan mampu mengubah pola pikir serta mendorong kreativitas dan daya inovatif sehingga dapat memberikan kontribusi penting dan signifikan untuk menerapkan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan yang aplikatif.

Di dunia internasional,kualitas pendidikan di Indonesia berada pada peringkat ke 64 dari 120 negara di seluruh dunia berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education for all global monitoring report 2012.Sedangkan berdasarkan indeks perkembangan pendidikan untuk semua (Education for All development index,EDI) Indonesia berada pada peringkat ke 57 dari 115 negara pada tahun 2015.Dalam laporan terbaru Program pembangunan PBB tahun 2015,Indonesia menempati posisi 110 dari 187 negara dalam indeks pembangunan manusia (IPM) dengan angka 0,684.Dengan angka itu Indonesia masih tertinggal dari dua Negara tetangga ASEAN yaitu Malaysia peringkat 62 dan singapura peringkat 11.

Sedangkan menurut laporan Programme for international student assesement (PISA) pada desember 2019,bahwa skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara,skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara,dan skor Sains ada di peringkat 70 dari 78 negara.Diantara Negara-negara Asia tenggara ,Indonesia berada dalam peringkat paling bawah dengan Filipina.hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia belum merata dan masih rendahnya literasi yang dimiliki siswa.

Berdasarkan hal tersebut,maka pendidikan akan menjadi prioritas pemerintah untuk mendorong pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan berkelanjutan dalam era Sustainable Development Goals (SDGS) hingga 2030 ,sesuai arahan dari forum PBB yang telah disepakati pada tanggal 2 agustus 2015.Dengan adanya peningkatan pendidikan bagi masyarakat Indonesia akan memacu pencapaian terhadap tujuan dan sasaran lainnya dalam 17 poin SDGs,terutama untuk meningkatkan indeks pembangunan Indonesia.

Oleh karena itu ,dalam membangun pendidikan berkualitas, Indonesia mempunyai beberapa rencana yang harus di capai pada tahun 2030 diantaranya : (1).menjamin bahwa semua anak perempuan dan laki-laki untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah tanpa di pungut biaya,setara,dan berkualitas yang mengarah kepada capaian pembelajaran yang relevan dan efektif,(2).semua anak memiliki akses terhadap perkembangan dan pengasuhan PAUD dan pendidikan prasekolah dasar yang berkualitas.(3)menjamin akses yang sama terhadap pendidikan teknik,kejuruan dan pendidikan tinggi termasuk universitas yang terjangkau dan berkualitas.(4)menjamin bahwa semua remaja dan dewasa memiliki kemampuan literasi dan numerasi.(5)membangun dan meningkatkan fasilitas pendidikan yang ramah anak,ramah penyandang cacat dan gender,serta menyediakan lingkungan belajar yang aman,anti kekerasan,inkusif dan efektif bagi semua,(6)memperluas secara global jumlah beasiswa di Negara berkembang dan meningkatkan pasokan guru yang berkualitas melalui kerjasama internasional dalam pelatihan guru di Negara berkembang.

Namun dalam mencapai target tersebut,masih banyak tantangan dan hambatan yang terjadi pada pendidikan di Indonesia saat ini seperti, masih tingginya tingkat buta huruf dan angka putus sekolah di Indonesia,kurangnya guru terampil di daerah terpencil,pendanaan untuk pendidikan belum di alokasikan secara maksimal dan menyeluruh,infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang belum memadai, masih adanya perspektif pendidikan bukanlah sesuatu yang penting dalam kehidupan, serta terkendala masalah ekonomi (kemiskinan).

Selain tantangan tersebut,pendidikan saat ini juga di hadapkan dengan permasalahan pandemic covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia.Sehingga upaya untuk mencapai tujuan berkelanjutan terhambat karena system dan tatanan pendidikan mengalami perubahan,pembelajaran daring membuat semakin jelasnya kelemahan pendidikan di Indonesia.yang di hadapkan dengan hambatan berupa masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas yang memadai,ketidaksiapan guru maupun siswa untuk melaksanakan pembelajaran daring,bahkan berdampak pada menurunnya tingkat pemahaman siswa mengenai pembelajaran.

Mengingat tekanan global saat ini di predisikan beberapa SDGs tidak akan tercapai ,namun Masyarakat dan pemerintah Indonesia dituntut untuk berkontribusi dan bekerjasama serta berjuang keras untuk mewujudkan tujuan SDGs ini.Walaupun covid 19 masih menjadi tantangan besar yang di hadapi sekarang ,masyarakat harus tetap memiliki semangat optimisme,kecakapan dalam berpikir kritis,kolaborasi,kreativitas dan komunikasi.untuk mengatasi tekanan tersebut.

Untuk mencapai tujuan SDGs ini maka pemerintah perlu meningkatkan dukungan anggaran yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan dan perbaikan pendidikan di Indonesia.perlunya mengalokasikan bantuan pendidikan secara menyeluruh dan terstruktur sampai ke pelosok desa.perlunya pencapaian proporsi sekolah yang memadai baik dari aliran listrik,internet,computer dan fasilitas pendukung lainnya.perlunya pelatihan untuk guru agar menciptakan pendidikan yang berkualitas,perlunya meningkatkan pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu dan berprestasi .perlunya penambahan tenaga pendidik yang berkualitas dan professional sehingga dapat memunculkan generasi yang berkualitas.

Saat ini pemerintah telah melakukan Program Sekolah Penggerak dan Program Merdeka Belajar. Untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat,mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila.dan bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja..Oleh karena itu di himbau seluruh masyarakat Indonesia harus mendukung rencana dan mengikuti aturan yang dibuat oleh pemerintah tersebut.

Dengan terlaksananya pendidikan yang berkualitas di Indonesia,maka angka kemiskinan akan semakin berkurang,kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat,angka kriminalitas menjadi berkurang ,pengangguran semakin berkurang,profesionalisme guru semakin berkualitas perkembangan IPTEK semakin maju.sehingga diharapkan peran pendidikan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam mendukung SDGs 2030. (* Mahasiswa S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin)

Ayo tulis komentar cerdas