BERI KETERANGAN - Rektor terpilih periode 2023-2027 Untad, Prof Amar (kiri), didampingi Ketua Panitia Pilrek, Dr Adam Malik, memberi keterangan kepada awak media di Lantai I Rektorat sementara Universitas Tadulako, Rabu 23 November 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Prof Amar Rektor Terpilih Untad

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) kini memiliki Rektor terpilih periode 2023-2027 yaitu Prof Dr Ir Amar ST MT. Prof Amar sebagai kandidat nomor urut 1 terpilih dengan perolehan suara mengungguli kandidat nomor 2 dan 3. Pemilihan berlangsung di Lantai II Media Center Untad pada Rabu 23 November 2022.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Untad, Dr Adam Malik, menjelaskan Prof Amar dipilih mayoritas anggota Senat Universitas Tadulako ditambah suara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI melalui perwakilan.

Tercatat, Prof Amar memborong 77 suara terpaut jauh dari calon nomor 2, Dr Lufsyi Mahmudin S.Si M.Si, dengan 0 suara dan calon nomor 3, Prof Dr Muh Khairil M.Si MH, dengan 32 suara.

“Total suara yang terkumpul 109 yaitu dari 71 anggota senat dan 35 persen jatah menteri atau 38 suara. Dari hasil ini, kita telah mendapatkan Prof Amar sebagai Rektor terpilih Universitas Tadulako dengan 77 suara,” terang Adam mendampingi Rektor terpilih Prof Amar, kepada awak media usai proses penghitungan suara, Rabu 23 November.

Adam mengatakan selanjutnya panitia akan melaporkan hasil pemilihan kepada Mendikbudristek di Jakarta. Adapun untuk pelantikan akan menyesuaikan akhir masa jabatan Rektor Prof Mahfudz.

“Rektor sekarang ini (Prof Mahfudz) dilantik 6 Maret 2019, jadi disesuaikan dengan itu kemungkinan Prof Amar akan dilantik 6 Maret 2023. Tapi itu tergantung dari waktu pak menteri (Mendikbudristek) RI,” tandas Adam.

Sementara itu, Rektor tepilih Prof Amar mengungkapkan salah satu prioritas utama yang akan kerjakan yaitu reakreditasi Universitas Tadulako. Kemudian hal-hal lain yang menjadi perhatian masyarakat atas isu-isu di Universitas Tadulako.

“Olehnya saya mengajak kita (civitas Untad) seirama mengembangkan institusi (Universitas Tadulako). Kita harapkan dengan satu irama yang sama supaya institusi bisa semakin berkembang,” ungkap Prof Amar.

Salah satu isu yang menjadi perhatian Prof Amar yakni kekerasan seksual di lingkungan kampus. Terlebih mencuatnya kasus kekerasan seksual yang dialami salah seorang mahsiswi FKIP Untad, baru-baru ini.

“Kedepan kita harapkan ada unit khusus untuk menangani hal-hal seperti ini,” tutur mantan Dekan Fakultas Teknik Untad itu.

Prof Amar menambahkan yang juga menjadi perhatiannya terkait isu radikalisme, terorisme, dan drugs serta narkoba. Dia berkomitmen akan menuntaskan isu-isu ini dari kampus kampus Universitas Tadulako.

“Salah satu visi saya selain isu radikalisme, juga harus kita hindari kekerasan seksual. Itu menjadi komitmen kita bersama untuk dituntaskan,” pungkas Rektor terpilih.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas