Kegiatan belajar bersama koleksi etnografika museum yang digelar UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, di SMA Negeri 7 Taweili, Rabu (23/11). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – UPT Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulteng mengenalkan koleksi etnografika museum kepada siswa di SMA Negeri 7 Taweili, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Rabu (23/11).

Kegiatan itu dilakukan melalui program belajar bersama koleksi etnografika, yang mengangkat tema ‘’Koleksi etnografi dapat menunjang pembelajaran muatan lokal di sekolah’’.

Kepala Seksi Pelestarian dan Pengembangan, UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng Masita Masuara dalam sambutannya membuka acara itu, mengajak para siswa SMA Negeri 7 Taweili untuk mengunjungi museum. Dia menyebutkan salah satu manfaat mengunjungi museum adalah menambah pengetahuan tentang sejarah budaya suatu daerah.

Dengan mengunjungi museum dapat membantu anak-anak memahami dan turut merasakan nuansa kehidupan pada zaman dahulu. Seperti dengan melihat koleksi benda-benda peninggalan zaman dahulu.

Kegiatan belajar bersama koleksi etnografika museum menghadirkan narasumber Dr Hasan, dosen Sejarah pada FKIP Untad. Dia menyampaikan materi berjudul Merdeka belajar, belajar bersama koleksi etnografika dan kearifan lokal.

Narasumber lainnya adalah Rim, arkeolog dari UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng. Rim mengenalkan kepada siswa tentang koleksi etnografika museum Sulawesi Tengah.

Berbagai jenis koleksi etnografika museum Sulteng, yakni kain tradisional, arsitektur tradisional, senjata tradisional, alat musil tradisional, berbagai macam wadah, baju tradisional, perlengkapan sirih pinang, kelengkapan alat upacara adat, dan lain sebagainya.

Rim menyebutkan contoh kain tradisional di Museum Sulteng, yakni Kain Kulit Kayu dan Kain Tenun Donggala. Sedangkan arsitektur tradisional adalah rumah adat Lobo Kulawi, Palava dan Kataba, serta Tambi.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas