Wawan Purwantoro. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Kantor Area Palu terus aktif dalam menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi pendorong bagi pelaku UMKM.

“Saat ini penyaluran pembiayaan UMKM maupun sosialisasi pembiayaan UMKM sangat aktif dilakukan,” kata Area Manager BSI Palu, Wawan Purwantoro kepada Metrosulawesi, Senin (21/11/2022).

Ia mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan komitmen perseroan untuk menggeliatkan perekonomian yang ada daerah pasca bencana 2018 dan pandemic Covid-19.

“Kami setidaknya menyalurkan 22,7 persen pembiayaan KUR kepada UMKM daerah. Angka itu diatas kertas sudah memenuhi target pemerintah yakni 20 persen dari total portofolio pembiayaan perbankan selama satu tahun,” ujarnya.

Bahkan, ia mengungkapkan terus bekerja sama dengan UMKM melalui dinas koperasi, OJK ihwal sosialisasi, hingga komunitas UMKM. Secara absolut BSI kurang lebih realisasi Rp100 miliar.

“Plafon ini sudah kami lampaui, tetapi kuota masih ada, dan kami tetap salurkan,” ungkapnya.

Wawan mengaku ada kendala yang dihadapi pada umumnya sama dengan perbankan lain yakni menerapkan prinsip kehati-hatian yang dianut perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.

Hal itu, lanjut dia, kadang menyebabkan pelaku usaha tidak dapat diberikan KUR atau pembiayaan. Entah karena data SLIK atau BI Checking yang bermasalah maupun indikator penilaian lain yang memenuhi syarat.

“Memang ada beberapa kendala di lapangan, sudah disampaikan oleh Kepala OJK Sulteng, bahwa setiap bank memberikan kebijakan masing-masing untuk mengkategorikan penerima pembiayaan KUR,” tuturnya.

“Kami tentu saja juga melihat dan memperhatikan indikator. Pertama kita lihat karakter, kapasitas, capital, agunan, dan potret kondisi terkini usaha,” tambah Wawan.

Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengakselerasi penyaluran pembiayaan di sisa tahun ini, serta tidak lupa melakukakn sosialisasi terkait pembiayaan Syariah dengan tujuan memasyarakatkan sektor Syariah kepada komunitas muslim di Sulteng.

“Saat ini setiap hari kita adakan program salah satunya program UMKM go digital, kami terus galakkan, karena kami berdiri baru di 1 Februari 2022, nanti di 2023 baru menginjakkan kaki diusia ke-2, kami sendiri, sangat pro terhadap UMKM,” katanya.

“Perkara dilapangan, ketidaksamaan data dan sasaran, kami terus berupaya meningkatkan pelayanan terbaik, kalau KUR di kami, menggunakan akad-akad Syariah, akad murabahah, ijaroh,” ungkapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas