RAKOR - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah, Halima (kedua dari kiri) menyampaikan materi pada rapat koordinasi persiapan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024 di salah satu hotel di Palu, Rabu 16 November 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah mencatat jumlah pemilih di Sulawesi Tengah pada September 2022 sebanyak 2.060.263 pemilih.

Jumlah ini bertambah 38.072 dibandingkan pemilih pada pemilihan kepala daerah tahun 2020 yang masih 2.022.191 pemilih.
Komisioner KPU Sulawesi Tengah, Halima menjelaskan, 2.060.263 pemilih adalah hasil pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB). Pemutakhiran data pemilih di luar tahapan pemilu itu dimulai sejak awal April 2021.

“Ini (pemutakhiran data pemilih berkelanjutan) adalah salah satu program berkesinambungan KPU,” kata Halima saat menjadi pembicara pada rapat koordinasi persiapan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024 di salah satu hotel di Palu, Rabu 16 November 2022.

DPT pemilihan kepala daerah tahun 2020 menjadi dasar pemutakhiran DPB. Selanjutnya, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan pada April 2021, jumlah pemilih sebanyak 2.024.041 pemilih.

Setiap bulan PDB dimutakhirkan sampai pada September 2022 jumlahnya berubah menjadi 2.060.263 pemilih.

“Akhir September (PDB) di-close dan informasinya disampaikan Oktober,” kata Halima.

Dia menjelaskan PDB sebagai tahapan di luar Pemilu berakhir karena pada 14 Oktober 2022 sudah dimulai pemutakhiran data pemilih dalam tahapan Pemilu 2024. Sehingga, data hasil DPB akan berubah seiring dilakukannya pemutakhiran data pemilih dalam tahapan Pemilu 2024.

Halima menjelaskan, pemutakhiran data pemilih yang masuk dalam tahapan pemilu dimulai sejak diserahkannya DAK2 dan DP4 oleh Kemendagri kepada KPU. Data tersebut diserahkan pada 14 Oktober 2022 silam.

Halima menjelaskan proses panjang pemutakhiran dana pemilih untuk Pemilu 2024. Setelah penyerahan DAK selanjutnya akan dilakukan sinkronisasi data kependudukan.

Selanjutnya berturut-turut: penyerahan DP4; sanding DP4 dengan DPT Pemilu/Pemilihan; pemetaan TPS/penyusunan bahan coklit; coklit; dan penyusunan daftar pemilih.

Selanjutnya penyusunan daftar pemilih diawali dari daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP); Daftar Pemilih Sementara (DPS); Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Halima berharap melalui rapat koordinasi ini, semua pihak mensukseskan Pemilu 2024, khususnya yang sedang dibahas yakni data pemilih.

Rakor diikuti perwakilan media massa, organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi. Hadir pula komisioner KPU kabupaten dan kota.

“Rakor ini bisa menjadi momen kolaborasi untuk menyatukan persepsi tentang data pemilih pemilu serentak 2024,” ujar Halima.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas