BARANG BUKTI - Kasat Reskrim Polres Donggala AKP Arsyad Ma’aling (tengah) saat memperlihatkan babuk dan pelaku penjual kupon putih seorang perempuan (rompi orange) di Markas PolresDonggala, Kamis 17 November 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Jual Kupon Putih karena Desakan Ekonomi

Donggala, Metrosulawesi.id – Kapolres Donggala melalui Kasat Reskrim AKP Arsyad Ma’ming menangkap seorang perempuan yang melakukan tindak pidana menjual kupon putih di Desa Lero Kecamatan Sindue. Pelaku yang diamankan anggota satreskrim polres Donggala itu sedang dalam keadaan hamil dua bulan.

“Sebelum menangkap pelaku, anggota Satreskrim Polres Donggala menerima laporan masyarakat bahwa di Desa Lero Kecamatan Sindue marak perjudian jenis kupon putih, togel,” kata Kasat Reskrim AKP Arsyad Ma’aming kepada awak media, di ruang rupatama Polres Donggala, Kamis (17/11/2022).

“Berdasarkan informasi tersebut anggota menangkap pelaku inisial M (39 tahun) seorang perempuan yang sedang hamil dua bulan pada hari Minggu kemarin 13 November di rumahnya di Desa Lero Kecamatan Sindue,” ucapnya.

Dikatakannya, barang bukti yang diamankan pada saat penangkapan pelaku M satu unit HP merek Nokia, satu buah buku rekapan pembelian/ pemasangan nomor, satu buah tabel shio, ramalan, dan uang hasil penjualan sebesar Rp689.500.

“Barang bukti sudah kami amankan, cuma karena pelaku dalam keadaan hamil dua bulan kami lakukan penahan rumah saja,” tutupnya.

Tempat yang sama pelaku penjual kupon putih M kepada Metrosulawesi mengaku melakukan bisnis kupon putih sudah setahun lamanya. Hasil penjualannya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya menyesal pak, saya melakukan ini hanya untuk menyambung hidup sehari-hari, saya hanya dapat 25% saja dari hasil penjualan kupon putih. Kalau satu hari penjualan sampai Rp 300,000, saya dapat 25% saja, ya sekitar Rp 75,000 saja per hari, tergantung kalau rame yang bapasang pak,” bebernya.

Dia mengatakan, suaminya bekerja sebagai petani.

“Anak kami tiga, satu dalam perut jalan dua bulan, anak pertama saya laki-laki SMP kelas 1, anak kedua perempuan SD kelas IV, saya bekerja begini untuk kebutuhan hidup sehari-hari, saya menyesal pak,” ucapnya sambil berlinang air mata.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas