PRODUK - Pupuk cair organik produksi LPHD Lampo. (Foto: Ist)
  • Kampung Proklim

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Desa Lampo Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala  Provinsi Sulawesi Tengah, Mashuri menyampaikan membutuhkan dukungan regulasi dalam mendukung penguatan dan pengembangan kampung proklim.

“Desa kami merupakan desa yang terus mendorong penguatan dan pengembangan kampung proklim melalui mekanisme perhutanan sosial,olehnya kami juga membutuhkan dukungan percepatan khususnya regulasi yang dapat mendukung penguatan baik dalam bentuk sumberdaya manusia dan dukungan anggaran pendanaan,” ujar Mashuri saat pertemuan dengan Tim Forum DAS di Kantor Desa Lampo.

Ia juga menambahkan melalui pengelolaan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Lampo telah melakukan beberapa kegiatan yang mendorong pemberdayaan usaha dan pengelolaan pupuk cair organik termasuk menjaga kawasan hutan melalui program penanaman komoditi kopi, durian dan penanaman jenis kayu di sekitar bantaran sungai.

Sementara itu Cepi salah seorang pengurus LPHD Desa Lampo yang didampingi oleh Yayasan Merah Putih mengatakan dibutuhkan dukungan untuk membantu dalam bidang usaha agar dapat membantu peningkatan pendapatan melalui pengembangan anyaman berbahan netu serta pengembangan pupuk organik cair.

“Pupuk cair organik yang kami produksi masih sebatas digunakan oleh kalangan petani sendiri dan harapannya pupuk cair organik ini dapat digunakan oleh petani lainnya agar menghasilkan produk yang ramah lingkungan,” pintanya.

Terkait hal itu, Dr. Zaiful Kamal dari Forum DAS Sulawesi Tengah menyampaikan dengan berbagai masukan tersebut penting untuk membangun koloborasi dengan membangun kemitraan seperti dengan lembaga perguruan tinggi termasuk dengan forum DAS serta beberapa lembaga swasta yang dapat turut serta memberikan dukungan tak sekedar dukungan financial akan tetapi peningkatan kapasitas sumberdaya manusia sehingga kedepan memberikan dampak yg signifikan bagi masyarakat Lampo.

“Masalah dan tantangan yang ada akan mudah dilalui jika proses pembangunannya dilakukan dengan mendorong koloborasi dan mengintegrasikan program kampung proklim dengan beberapa lembaga, baik pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, forum yang memiliki tujuan yg sama termasuk sektor swasta,” tegas Zaiful.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas