WAWANCARA - Kepala Desa Fatufia, H Muhammad M Ali diwawancara wartawan di lokasi Pulau Langala, Sabtu, 1 September 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)
  • Gugat ke Pengadilan, Pengembangan Kawasan Wisata Tertunda

Morowali, Metrosulawesi.id – Upaya Pemerintah desa (Pemdes) Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah untuk mengembangkan Pulau Langala menjadi salah satu kawasan destinasi wisata harus tertunda.

Terhambatnya Pemdes Fatufia dalam kegiatan pengembangan Pulau Langala untuk menjadi potensi wisata, hal ini lebih disebabkan oleh karena adanya seorang oknum warga yang mengaku memiliki Pulau Langala. Warga tersebut sudah menempuh gugatan di pengadilan.

“Berkenaan dengan rencana pengembangan Pulau Langala dijadikan tujuan wisata hal ini sudah dimusyawarahkan. Saat pertemuan dilakukan melibatkan Pemdes, BPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pembangunan fasilitas sarana pendukung untuk para pengunjung dianggarkan melalui APdes yang mana pada tahap awal dianggarkan sebesar Rp 1 miliar. Dalam kegiatan mengembangkan Pulau Langala ini, Pemdes bekerjasama dengan organisasi yang bernama Kopdarwis (Kelompok Sadar Wisata), ” terang Kepala Desa Fatufia, H Muhammad M Ali kepada wartawan di lokasi Pulau Langala, Sabtu, 1 September 2022.

Lanjut dia, berkaitan dengan perkara gugatan itu dilakukan oleh Andi Baso Hamzah yang mengakui dirinya bahwa memiliki Surat Kepemilikan Tanah (SKT). Sedangkan mengenai penerbitan SKT, yakni semasa Simon menjadi Kepala Desa Fatufia.

Pulau Langala yang masuk wilayah Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

“Karena merasa memiliki, olehnya itu kami sudah menanyakan bukti-bukti kepemilikan yang dipunyai bapak Andi Baso Hamzah, namun yang bersangkutan tidak memperlihatkan. Sidangnya di Pengadilan Poso. Dan, kami dari Pemdes Fatufia dalam hal ini saya selaku Kepala desa yang digugat  setiap kali sidang selalu hadir. Proses sidangnya sudah berlangsung dua kali,” ungkapnya.

Diakuinya, Pulau Langala yang notabenenya sebagai aset desa dan kawasannya berpotensi menjadi tempat wisata. Di sisi lain, apabila terkelola dengan baik, maka hasil dari tempat wisata itu sudah bisa menjadi salah satu pendapatan desa.

Bahkan Pemdes Fatufia juga berharap kepada pemerintah Kecamatan dapat membantu kami dalam permasalahan. Terhadap permasalahan ini juga sudah di sampaikan ke Pemerintah Kabupaten Morowali, dalam hal ini kepada bupati.

“Kami juga berharap pengadilan dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya. Namun, semisalnya penggugat yang memenangkan perkara ini, di sini saya tegaskan kami dari Pemdes Fatufia dan saya selaku Kepala desa siap banding,” pungkas H Muhammad M Ali.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas