BEREBUT BOLA - Persipal BU Kakasih berebut bola saat saat laga melawan PDS Fc di stadion Gawalise Palu, Sabtu (01/09/2022). (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Palu, Metrosulawesi.id – Persipal BU harus rela kehilangan dua poin saat menjamu Putra Delta Sidoarjo (PDS) pada pekan ke enam penyisihan grup zona wilayah timur liga dua, Sabtu (01 Oktober 2022). Kehadiran 10.200 penonton di Stadion Gawalise nyatanya tak mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Laskar Tadulako. Mereka harus puas bermain imbang dengan skor kacamata.

“Inilah hasil maksimum yang bisa kita lakukan, ke depan kita akan perbaiki lagi yang jelas saya respect sama pemain saya semua, kalau ada kekurangan itu pasti, ini tugas saya untuk terus memperbaiki,” kata Bambang Nurdiansyah, pelatih Persipal BU kepada Wartawan usai laga.

Persipal BU sejatinya tampil atraktif sejak peluit babak pertama dibunyikan. Namun sayang gelandang serang mereka, Hasan Husain harus ditarik keluar lapangan di menit 30 akibat cedera.  Padahal baru 10 menit laga berjalan, pemain berusia 27 tahun itu mampu dua kali mengancam jala gawang PDS Fc. Aliran-aliran bolanya membikin permainan Persipal lebih dominan. Di sisi lain, PDS Fc masih nampak sulit beradaptasi dengan lapangan.

Kehilangan Hasan ternyata membikin Persipal BU kehilangan ritme permainan. Kini giliran PDS Fc yang menguasai jalannya permainan hingga babak kedua berjalan. Kebuntuan itu coba diantisipasi oleh Bambang Nurdiansyah dengan memasukan Anto Tampilang di awal babak kedua. Dia diharapkan mampu menggendor pertahanan PDS Fc yang dilaga kali ini cukup solid.

Upaya itu nyatanya belum mampu berbuah hasil maksimal. Skor kacamata bertahan hingga wasit mengakhiri pertandingan. 

“Saya mencoba memaksimalkan Anto di babak kedua, seperti di Papua saat ketinggalan dengan Waropen, saya masukan anto dia bisa bikin gol, dia udah bagus, cuma memang ada beberapa peluang yang tidak bisa jadi Gol,” kata Banur sapaan akrab Bambang Nurdiansyah.

MEMBLUDAK – Penonton menyaksikan laga Persipal BU melawan PDS Fc di stadion Gawalise Palu, Sabtu (01/09/2022). (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Menurut Banur, pertahanan PDS Fc cukup solid. Persipal BU yang kekurangan striker harus bekerja esktra membobol pertahanan Prajurit Candi Pari yang dikawal Joko, Sandri dan Indra.  “Saya tadi justru takut kalah, depan kita gak berbahaya, gak gigit, asal nyerang itu hampa, nah ini yang perlu kita perbaiki ke depan. Maksimalkan pemain yang ada, tapi memang butuh waktu,” ujar Banur.

Hasil imbang ini membikin Persipal BU masih jadi satu-satunya tim yang belum pernah kalah di grup C.  Dari empat laga kandang, Persipal BU berhasil meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang. Menurut Banur, laga di kandang sejatinya harus dimaksimalkan dengan baik untuk meraih tiga angka. Apalagi, kata dia, Persipal BU di putaran kedua akan banyak menghadapi laga tandang.

“Sangat rugi, karena kita putaran kedua itu lebih banyak away, tapi gak masalah, moga-moga diluar lebih bagus lagi main,” kata dia.

Sementara itu, Pelatih PDS FC Didik Ludianto mengaku berysukur bisa mencuri poin di kandang Persipal BU. Meski gagal memecahkan rekor Persipal sebagai tim yang belum terkalahkan, ia mengaku mental anak asuhnya tidak kendor bermain dihadapan ribuan suporter Persipal BU.

“Saya bersyukur tiga laga away kita dapat dua poin, selanjutnya kita fokus ke home untuk melawan Sulut United,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan Sabtu (01/10/2022) malam, PDS FC untuk sementara berada diurutan ke tujuh penyisihan grup C dengan raihan delapan angka dari enam pertandingan . Sementara Persipal BU masih bercokol di posisi ketiga dengan dengan poin 10. Laskar Tadulako selanjutnya kembali menjalani laga kandang menghadapi Deltras Sidoarjo, Jumat (07/10/2022). (*)

Reporter: Addi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas