Palu, Metrosulawesi.id – Kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga Kecamatan Dampelas, Donggala dibangun dengan ramah lingkungan. Dari 1.123,59 hektar luas kawasan, tidak seluruhnya digunakan untuk areal pertanian.

“Di dalam kawasan ini yang efektif untuk pertanian itu hanya seluas 800 hektar lebih,” kata Wakil Ketua I Tim Transisi Pembangunan KPN Sulteng, Muhammad Ridha Saleh kepada wartawan, Ahad 25 September 2022.

Sebagai komitmen untuk menjaga lingkungan, di areal KPN seluas 1.123,59 hektar itu akan ada area-area seperti: kawasan terbuka hijau, buffer zone dan area konservasi, termasuk ada lokasi untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Daerah penyangga (buffer zone) akan dibangun selebar 100 meter mengitari kawasan KPN.

“Keberadaan area buffer zone ini akan membuat KPN di Talaga berbeda dengan KPN lainnya,” jelas Ridha.

Mengejar sisa waktu yang ada, saat ini pengerjaan jalan, pembukaan kawasan serta pembangunan fasilitas pendukung lainnya tengah digenjot.

Jalan masuk yang menghubungkan ke kawasan KPN sudah masuk tahap pengerasan. Dalam waktu tidak terlalu lama akan segera diaspal.

Tidak hanya jalan, pembangunan fasilitas seperti listrik dan air juga sedang dikerjakan. Fasilitas listrik menggunakan Listrik Tenaga Surya sedang dalam tahap pemasangan. Pun instalasi air akan dibuat dua titik sumur dengan kekuatan 2 kubik per detik.

“Dari dua titik yang direncanakan, satu sumur sudah selesai dan sudah menghasilkan. Satunya lagi sementara dalam pengeboran,” jelas Ridha.

Tahap awal akan dibuka 200 hingga 300 hektar lahan untuk tanaman jagung dan sorgun seluas 10 hektar.

Namun yang mendesak saat ini, akan dilakukan pembersihan lahan seluas 75,6 hektar, untuk persiapan penanaman perdana yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir November 2022 mendatang.

Ridha optimistis pengerjaan tahap awal ini akan selesai hingga akhirnya dilakukan penanaman perdana oleh Presiden pada November mendatang.

Anggota Advicer, Tim Transisi Pembangunan KPN, Datu Wajar Lamarauna mengaku bersyukur, seluruh masyarakat desa Talaga dan sekitarnya memberikan apresiasi adanya KPN tersebut.

Mengutip hasil penelitian dan rekomendasi dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Datu mengatakan, kawasan tanjung di desa Talaga itu sangat cocok jadi KPN.

“Hasil riset yang dilakukan BRIN, kondisi tanah di kawasan ini memiliki PH 4 hingga 6. Artinya, layak untuk ditanami bermacam tanaman,” jelas Datu.

Selain jagung dan sorgun, ada banyak jenis tanaman yang akan ditanam di KPN tersebut. Di antaranya tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat, terong dan sebagainya. Buah-buahan seperti durian dan mangga juga ada.

Tenaga Ahli Gubernur Bidang Pertanian, Hamdin berharap masyarakat mendukung program tersebut.

“Bila project ini berjalan, maka infrastruktur konektivitasnya akan tersambung dengan wilayah pangan yang lain di Sulteng,” ujar Hamdin.

Sesuai rencana, kawasan proyek akan terbuka 100 persen dan mulai beroperasi secara maksimal pada tahun 2023 mendatang.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas