Kepala OJK Sulteng, Triono Raharjo. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan bahwa wilayah ini telah mempunyai kurang lebih sebanyak 544.339 rekening pelajar.

“Hal ini demi mendorong inklusi keuangan sejak dini. Untuk itu, kami terus berupaya mendorong peningkatan literasi keuangan,” kata Kepala OJK Sulteng, Triyono Raharjo beberapa waktu lalu.

Menurutnya, salah satu yang menjadi instrumen dalam mempercepat inklusi adalah dengan memberikan akses seluas-luasnya kepada pelajar khususnya di program simpanan pelajar (Simple).

“Kami memproyeksikan hingga akhir 2022, sebanyak satu juta pelajar telah memiliki rekening. Itu berdasarkan data per Juli 2022 karena sudah ada 544.339 pelajar yang memiliki rekening,” katanya.

Pihaknya juga akan terus mendorong agar supaya tingkat inklusi keuangan semakin meluas di Sulteng. Apalagi, lanjut dia, ditambah dengan adanya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Nantinya ini diharapkan akan terus meluas, terutama di kabupaten yang telah ada TPAKD, kenaikan hingga akhir tahun kami proyeksi dua kali lipat dari yang sekarang,” ungkap Triyono.

Hasil survey nasional literasi OJK, tingkat inklusi keuangan di Sulteng mencapai angka 84,51 persen. Sedangkan pada tingkat literasi keuangan di Sulteng presentasenya di angka 39,63 persen.

“Angka tersebut dipastikan juga terus meningkat seiring dengan dibentuknya TPAKD di seluruh Sulawesi Tengah untuk menggencarkan edukasi dan sosialisasi tentang jasa keuangan,” ungkapnya.

Sementara Anggota Dewan Komisioner dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi berharap TPAKD di Sulteng memberikan perhatian khusus pada program satu rekening satu pelajar.

“Pelajar menjadi salah satu objek yang paling penting untuk diberikan edukasi keuangan, hal itu akan berdampak pada indeks inklusi dan literasi yang meningkat dimasa akan datang,” ujar Friderica.

Diungkapkan, secara nasional tercatat sudah ada sekitar 49 juta rekening atau mencapai Rp27 triliun. Menurutnya, untuk program satu rekening satu pelajar itu produknya dianggap khusus.

“Jadi buat rekening pelajar di inisiasi awal hanya Rp5.000, tidak ada biaya administrasi, dan ini juga kerja sama dengan bank-bank dengan tujuannya untuk inklusi keuangan,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas