Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi Ekosistem Perbankan Syariah pada acara Rakyat Merdeka Award 2022 yang mengambil tema “Untuk Indonesia Pulih & Bangkit” yang dilaksanakan secara online. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi meraih penghargaan atau dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi Ekosistem Perbankan Syariah pada acara Rakyat Merdeka Award 2022 yang mengambil tema “Untuk Indonesia Pulih & Bangkit” yang digelar secara online, Kamis malam (29/9/2022).

Dengan tangan dinginnya, Hery dinilai berhasil membawa BSI terus berkembang, dan bahkan di saat pandemi Covid-19 memukul perekonomian. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sampai dengan berkualitas sepanjang pertengahan tahun ini.

“Di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global, BSI mampu mencetak kenaikan laba bersih sebesar 41,31% year on year (yoy) menjadi senilai Rp2,13 triliun pada kuartal II/2022,” kata Hery Gunadi.

Ia mengaku bahwa kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan dianggap bertumbuh sehat dan intermediasi yang terus membaik di tengah situasi yang menantang. Sehingga, kata dia, hal ini menjadi bukti kinerja yang solid dari seluruh elemen perusahaan yang dipimpinnya.

Hery berharap penghargaan ini dapat memacu BSI untuk semakin memberikan produk, layanan, serta inovasi yang terbaik sesuai dengan prinsip syariah bagi masyarakat. Terlebih lagi, kata Hery, BSI memiliki visi untuk menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

“Terima kasih kepada seluruh nasabah dan stakeholders atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Bank Syariah Indonesia. Tentunya penghargaan ini memacu kami untuk selalu berinovasi dan bertransformasi memberikan kinerja dan layanan yang lebih baik,” ujar Hery.

Sebagai catatan, seluruh indikator kinerja keuangan perseroan sepanjang paruh pertama tahun 2022 menunjukan pertumbuhan signifikan. Penempatan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp244,66 triliun atau tumbuh 13,07% secara tahunan.

“Dimana didominasi oleh tabungan wadiah, giro, dan deposito menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Kinerja positif juga didukung oleh pembiayaan yang tumbuh dan sehat. Pembiayaan BSI secara keseluruhan mencapai Rp191,29 triliun, tumbuh 18,55%,” ungkapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas