Suasana sosialisasi Perda oleh Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, Ketua DPRD Sulteng didampingi tenaga ahlinya, Chandra Ilyas M.Ikom di Poso, Kamis, 29 September 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira melakukan Sosialisasi Perda (SosPer) untuk Perda Sulteng nomor 14 tahun 2019 tentanf pembangunan ketahanan keluarga.

Agenda legislatif yang menyasar masyarakat umum Kabupaten Poso, Sulteng di salah satu kafe di Poso Kota, Kamis malam, 29 September 2022 ditujukan guna memberi perhatian kepada calon pra nikah.

“Nah selama ini kan jika ada orang yang mau menikah istilahnya hanya menikah begitu saja, tetapi ketika ada Perda-nya terkait ini, jenjang (sebelum) pernikahan itu punya bimbingan dari pihak lembaga keagamaan,” ujarnya.

“Tujuan utama peraturan ini adalah bagaimana sebelum menikah hingga menjalin rumah tangga itu bisa bertahan dari segala permasalahannya hingga maut memisahkan,” imbuhnya.

Dilanjutkan penjelasan oleh Chandra Ilyas, M.Ikom, tenaga ahli Ketua DPRD Sulteng, mengacu data Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah penduduk berstatus cerai hidup pada tahun 2021 mencapai angka 35,72 ribu jiwa.

Berdasar anka itu, terdapat dua poin krusial dari sekian poin penting lainnya yang dituturkan Chandra.

Seperti pada Bab III pasal 14 dan 15 di paragraf 4 yang jelas menarasikan hak calon pasangan nikah serta kewajiban mengikuti bimbingan pra nikah.

“Dua hal krusial ini memaparkan sebelum menikah itu sebagaimana idealnya. Nah pembimbinganya itu kan berdasar keagamaan, bila Islam bisa ditemui di KUA dan Kristen terdapat di gereja,” jelasnya.

Pemaparan itu ditujukan guna mendorong jaringan kerja untuk ikut melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap program pembangunan ketahanan keluarga.

Serta mendorong partisipasi masyarakat, terutama sektor swasta untuk berperan aktif dalam program pembangunan ketahanan keluarga.

Reporter: M. Faiz Syafar

Ayo tulis komentar cerdas