DITAHAN - Satu tersangka kasus dugaan pungli di BPN Kota Palu pakai baju tahanan saat digiring untuk menjalani penahanan, didampingi penasehat hukumnya. (Foto: Ist)
  • Tersangka Kasus Pungli di BPN Palu Akhirnya Ditahan

Palu, Metrosulawesi.id – Penyidik Kejati Sulteng baru saja melakukan penahanan terhadap tersangka inisial MAT pelaku dugaan Korupsi pungutan liar pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palu. Kamis sore, 29 September 2022.

Pemeriksaan sebelumnya MAT telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kejati,namun saat itu belum dilakukan penahanan dengan alasan sakit.

“Baru hari ini ditahan, sebelumnya belum ditahan karena tersangka masih sakit,” jelas Kasi Penkum Mohamad Ronal diruang kerjanya.

Pada tanggal 27 Juni lalu,Penyidik Kejati Sulteng melakukan penggeledahan di Kantor Pertanahan Kota Palu sekira 7 jam untuk mencari alat bukti terkait perkara dugaan Korupsi Pungutan Liar.

Usai penggeledahan, penyidik Kejati Sulteng terlihat membawa 1 box plastik besar berisikan sejumlah dokumen, uang dan barang bukti lainnya yang disita. Hingga saat ini baru satu orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli pada BPN Kota Palu. Akankah masih ada tersangka baru?

Ketua Koalisi Rakyat Anti Korupsi Sulawesi Tengah Abd Salam Adam mengatakan,Ini perkara menyangkut hajat hidup orang banyak,karena sudah menjadi rahasia umum masyarakat yang hendak mengurus surat-surat tanah dimintai uang pelicin dalam jumlah tertentu yang apabila tidak dipenuhi maka akan dipersulit pengurusannya, harapan kami perkara tersebut sampai ke pengadilan, sehingga dapat menjadi pelajaran bagi oknum-oknum di Kantor Pertanahan untuk tidak lagi memungut biaya kepada masyarakat diluar yang telah ditentukan oleh peraturan. Selain itu publik juga perlu tahu siapa saja yang menikmati hasil pungli tersebut, karena tidak mungkin hanya dinikmati satu orang.

“Pasti banyak oknum yang bermain, karena untuk mengeluarkan satu surat pasti butuh persetujuan beberapa pejabat terkait, ini harus dibongkar,” tegas Evan sapaan Abd Salam Adam.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas