Jois memperlihatkan bahan bakar minyak hasil inovasinya dari sampah plastik pada Market and Sale, Sabtu malam lalu di Huntap Duyu, Palu Barat. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Sampah plastik setiap hari diproduksi dalam jumlah besar, mulai dari rumah tangga hingga di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar.

Namun, di tangan Jois dan kawan-kawan di Kelurahan Taipa, justru punya inovasi. Jois berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Tiga jenis BBM yang diproduksi usaha rumahan itu, bensin, solar dan minyak tanah.

Jois (43) menjelaskan, produksi sampah plastik menjadi BBM sudah dia lakukan sejak 2017 hingga sekarang.

Bahan baku sampah diperoleh dari sekitar 75 nasabah bank sampah yang dikelolanya. Dari para nasabah itulah Jois mengumpulkan sampah yang diolah menjadi BBM.

Menurut Jois, satu ton sampah plastik bisa menghasilkan 75 liter BBM. Tetapi keterbatasan alat produksi hanya bisa mengolah 100 kilogram sekali produksi. Hasilnya sekitar 35 liter BBM.

“Alat kita masih terbatas sehingga belum bisa memproduksi lebih banyak,” kata Jois di sela-sela Pameran Market and Sale oleh Yayasan IBU di kawaaan Hunian Tetap (Huntap) Kelurahan Duyu, Palu Barat, Sabtu petang, 24 September 2023.

Kata Jois, untuk menghasilkan tiga jenis BBM (bensin, solar dan minyak tanah) itu ditentukan tingginya suhu.

“Ada tiga kran yang mengalirkan bahan bakar. Pada suhu 300 derajat Celcius menghasilkan solar, suhu 290 derajat Celcius hasilkan minyak tanah dan pada suhu 190 derajat Celcius untuk bensin,” kata Jois.

Jois menambahkan, langkah usaha kecil yang dikelolanya sebenarnya sudah lama disampaikan ke Pemerintah Kota. Tetapi tidak mendapat respons.

Project Manager Plastic Reduction Project IBU Foundation Lerivia Maharani mengatakan pendampingan dilakukan sejak 2019 untuk mengedukasi masyarakat mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Pendampingan dan edukasi diberikan kepada 20 orang ibu-ibu rumah tangga di Kota Palu. Sedangkan di Kabupaten Sigi banyak diikuti anak muda.

‘Dampingan kami untuk bank sanpah 8 tempat usaha, daur ulang 8 tempat usaha dan produksi alternatif juga 8 tempat usaha,” kata Lerivia.

Dari sisi permodalan, kata Lerivia lebih kepada membekali pengetahuan dan keterampilan dan alat-alat produksi.

Dari sisi pemasaran, kata Lerivia, ke depan akan memperkuat penjualan melalui online.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas