Murniati Putosi, SP. MSi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Dinas  Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Poso mencatat pasar tradisional telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun  ini target sebesar Rp 3 miliar diberikan bagi pasar tradisional yang ada di Poso.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten  Poso Murniati Putosi, SP. MSi,  menyebut, ada 9 pasar tradisional  yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Poso yang turut sumbang PAD. Di antaranya Pasar Kawua, Pandajaya, Pendolo,Tentena, Wuasa, Watutau, Kasiguncu, Tangkura serta Pasar desa Tambarana.

“Kalau tahun kemarin PAD dari pasar tradisional, dimana PAD  belum mencapai target  dikarenakan suasana Covid 19  yang membatasi aktifitas warga, semoga tahun ini bisa tercapai target yang diberikan yakni sebesar Rp 3 miliar,” ungkap Murni Putosi kepada Metrosulawesi, Senin (26/9/2022).

Murniati Putosi  mengemukakan target PAD pasar tradisional pada tahun 2022 masih sama seperti tahun sebelumnya yakni Rp 3 miliar. Ia optimis pada tahun ini PAD pasar tradisional akan tercapai meskipun kondisi saat ini pergerakan ekonomi di Poso masih terus bergerak.

Disinggung terkait alasan PAD pasar tradisional tahun ini tidak naikan, Murniati mengatakan bahwa tidak mengetahuinya. Pasalnya, hal itu bukan kewenangannya, melainkan Badan Pendapatan Daerah.

Intinya kata Kadis Murniati, petugas yang kita tempatkan di 9 pasar tradisional di Poso bekerja maksimal hingga target PAD bisa tercapai.

“Posisi sekarang per September soal realisasi PAD bagi 9 pasar tradisional sudah sebesar 70 persen dan diupayakan target 3 miliar bisa tercapai,” beber Murniati.

Tahun ini kata Murniati, Kabupaten Poso mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa revitalisasi Pasar Pandajaya sebesar Rp 3 miliar.

Pemerintah kata Murniati, terus berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan dengan melakukan program revitalisasi pasar rakyat.

“Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan revitalisasi, eksistensi pasar rakyat akan tetap kuat dan daya saingnya terhadap toko-toko modern dapat meningkat sehingga dapat memajukan ekonomi kerakyatan,” jelas Murniati.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas