ORASI ILMIAH - Ketua DPRD Sulteng, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira saat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana SI dan Pascasarjana (S2 dan S3) Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Kamis, 22 September 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)
  • Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda UIN Datokarama Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua DPRD Sulteng, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira (NSL) didaulat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana SI dan Pascasarjana (S2 dan S3) Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Kamis, 22 September 2022.

“Kolaboratif Berbasis Digital Perguruan Tinggi-Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan” adalah judul orasi ilmiah Dr. Nilam Sari Lawira yang disampaikan di hadapan 741 wisudawan wisudawati UIN Datokarama Palu.

Mengawali paparannya, NSL mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UIN Datokorama Palu yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memberikan Orasi Ilmiah pada wisuda tersebut.

NSL mengatakan, sinergitas antara perguruan tinggi (PT) dan pemerintah daerah (Pemda) dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sepatutnya dapat dilakukan melalui empat strategi.

“Pertama kolaborasi, kedua keterbukaan, ketiga pendidikan, dan keempat yakni pembangunan yang bersifat inklusif,” ungkap NSL.

Kata dia, kolaborasi adalah proses panjang dan berabad lamanya, dari action advantage menjadi cooperative advantage. Lalu pada dekade 1990-an, kata dia, strategi kolaborasi ini menjadi direct of competitive advantage.

“Dan strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menjadi collaborative advantage.Di negara Skandinavia, seperti Finlandia, Swiss, Norwegia Islandia, telah membuktikan makna ini menjadi negara paling bahagia di dunia. Padahal Nabi Muhammad SAW sudah menunjukkan bukti pada kita bahwa dengan persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar tercipta keunggulan koperatif di masa lalu,” jelasnya.

“Namun mengapa ini belum menjadi inspirasi bagi kita, apakah kita tidak berpikir, bukankah interaksi sosial antara bangsa tercipta melalui jalur pesisir dari fenomena ketakutan berdagang atau fear trader menjadi perdagangan bebas atau free trader yang saat ini menjadi perdagangan yang adil atau fair trader,” jelasnya.

Kedua, kata NSL, yakni keterbukaan menjadi faktor utama dalam pembangunan, karena Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2017 mengenai partisipasi masyarakat dalam pemerintahan daerah memberikan ruang bermitra bagi semua komponen anak bangsa dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Input, koreksi, kritik, solusi kepada lembaga pemerintah atau apapun itu, termasuk DPRD maupun perguruan tinggi patut kita maknai bahwa masyarakat masih sayang pada lembaga kita. Input, koreksi, kritik, solusi adalah bumbu dalam pembangunan,” jelasnya.

Ketiga, lanjutnya, adalah pendidikan yang yang berperan peting dalam pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ketrampilan dan produktivitas tenaga kerja.

“Pendidikan merupakan satu-satunya solusi dari kemiskinan alamiah. Bukankah kemikinan akan mengarah pada kekufuran. Pertumbuhan ekonomi yang cepat di negara-negara Asia dalam menuju pengembagan industri , jasa, dan teknologi tinggi mengakibatkan meningkatnya tuntutan dari dunia usaha terhadap perlunya sumber daya manusia yang terampil, terdidik, dan berkualitas,” jelasnya.

Terakhir, kata dia, strategi melalui pelaksanaan pembangunan yang bersifat inklusif. Kata dia, perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus bekerjasama dalam mendirikan pendidikan inklusif, khususnya yang menyediakan life skill.

“Karena ini wujudnya adalah transformasi , sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam riset di Sulawesi Tengahdalam kerangka kolaboratif yang menjadikan perguruan tinggi satu dari lima pilar pembangunan yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi negeri swasta, jurnalis, serta organisasi masyarakat sipil,” jelasnya.

Reporter: Yusuf Bj
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas