FOTO BERSAMA - Kepala SMP Al Azhar Mandiri Palu, Yuniarti H. Tunekon, saat terima piala bergilir juara 1 LCC Museum tingkat nasional, yang diserahkan oleh pihak dari Museum nasional dan provinsi, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • SMP Al-Azhar Mandiri Palu

Palu,Metrosulawesi.id – SMP Al-Azhar Mandiri Palu mendapatkan kunjungan langsung dari pihak Museum Nasional. Kunjungan itu untuk menyerahkan Piala Tetap Lomba Cerdas Cermat (LCC) kepada sejumlah siswa SMP Al Azhar Mandiri Palu setelah meraih Juara I LCC Museum tingkat nasional tiga kali berturut-turut yakni pada 2020, 2021, dan 2022.

Tiga siswa yang berhasil meraih Juara LCC Museum Tingkat Nasional Tahun 2022 bernama Amira Azka Aribah, Alya Khumaira yang merupakan juru bicara, dan Zahratussita. Sementara guru pembina yang sangat berjasa membawa siswa SMP Al-Azhar Mandiri Palu berhasil meraih juara 1 nasional tiga tahun berturut-turut bernama Mohammad Fadel.

Rombongan Museum Nasional yang datang langsung ke SMP Al-Azhar Mandiri Palu juga didampingi oleh pihak Museum Sulteng, Disdikbud Kota Palu, perwakilan Wali Kota Palu hingga dihadiri oleh Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit Arsyad.

“Sekolah ini sangat kemistri dengan museum, jadi kami berupaya untuk bisa memaksimalkan seluruh lomba yang dilaksanakan pihak museum baik di tingkat provinsi maupun nasional. Kami sangat bangga kapada para siswa yang telah mampu mempertahankan prestasi SMP Al-Azhar Mandiri Palu hingga berhasil meraih juara 1,” kata Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit, usai terima kunjungan tersebut, Kamis, 22 September 2022.

Basit mengatakan, saking dekatnya dengan museum, pihaknya juga sudah membangun Museum Mini yang ada di SMA Al-Azhar Mandiri Palu, yang merupakan museum pertama yang ada di sekolah Kota Palu maupun di Sulteng.

“Sehingga kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Museum Nasional yang datang langsung untuk menyerahkan piala tetap dan penghargaan kepada para siswa yang berhasil meraih juara 1,” ungkapnya.

Basit mengatakan, hanya meminta kepada pihak Museum Sulteng maupun Nasional, untuk bisa memberikan apresiasi kepada guru pembinanya. Sebab guru tersebut sangat luar biasa, karena mampu membawa para siswa tiga kali juara secara berturut-turut mulai dari tahun 2020. 2021, dan 2022. Maka guru itu merupakan salah satu aset daerah yang sangat berharga.

Sementara itu, Perwakilan Museum Nasional, Rini mengatakan, sangat kagum dengan para siswa SMP Al Azhar Palu yang telah mampu meraih juara 1 LCC Museum tingkat Nasional tiga tahun berturut-turut.

“Kami datang ke Palu hanya khusus untuk membawa Piala Tetap dari Museum Nasional untuk diserahkan kepada SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Ini merupakan sejarah karena walaupun program ini baru, tetapi mereka sudah mampu membawa pulang piala tetap. Mereka juga merupakan siswa terbaik dari seluruh sekolah yang ada di Indonesia dalam hal LCC Nasional,” ujarnya.

Selain membawakan piala tetap, kata dia, mereka juga langsung menyerahkan bonus pembinaan kapada para siswa sebesar Rp35 juta. “Namun tahun depan, SMP Al-Azhar Mandiri Palu sudah tidak bisa ikut ambil bagian dalam LCC, tunggu tahun berikutnya baru bisa ikut kembali,” jelasnya.

Pihak Museum Sulteng, Masita Masuara, juga langsung memberikan bonus kepada para siswa dan guru pembina yaitu memberangkatkan para siswa dan guru pembina melihat langsung Museum Nasional.

“Saat ini kami juga masih dalam proses mengirimkan undangan kepada pihak Kemendikbud RI untuk melakukan kunjungan langsung. Jika sudah mendapatkan balasanya kami langsung mengatur jadwal pemberangkatan para siswa dan guru pembina,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas