Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, David Susanto saat ditemui Metrosulawesi di kantornya. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulteng menyalurkan sebanyak 20 ton beras yang diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Program itu merupakan kerja sama antara Bulog dan Pemprov Sulteng dalam hal penyediaan beras kelas premium bagi Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujar Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, David Susanto usai ditemui Metrosulawesi, Jumat (23/9/2022).

David mengungkapkan bahwa ada sekitar 21 organisasi perangkat daerah (OPD) yang tercatat melakukan pembelian beras tersebut. Menurutnya, hal ini juga sebagai upaya untuk memaksimalkan dan mendorong penyerapan logistik dalam massa panen raya.

“Program ini juga menyasar sampai kepada ASN yang ada di wilayah  kabupaten/kota di Sulteng berdasarkan surat edaran Gubernur. Bahkan, penyaluran sesuai laporan setiap bulan sebenarnya semakin meningkat dan tentu akan berlanjut,” katanya.

Walaupun, kata David, hingga saat ini belum semua atau mencapai 100 persen instansi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang membeli beras Bulog. Namun, David meyakini bahwa seluruh Pemda akan berakselerasi terhadap program tersebut.

“Dari perkembangan sudah terlihat maksimal. Kita optimis kerjasama ini sifatnya semakin lama menunjukkan angka positif. Keuntungan ASN mengambil beras premium di Bulog salah satunya adalah harga tidak berubah setiap tahun,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa  untuk sistem pembayaran bisa dilakukan dengan cara konsinyasi atau istilahnya bersifat kesepakatan. Kata David, saat membayar setelah beras didistribusikan dan diterima para ASN.

“Yang jelas ini masuk program stabilisasi harga pangan. Karena kebutuhan rumah tangga ASN pasti tdak jauh-jauh dengan namanya pasar. Apalagi ditambah kondisi sekarang harga bahan pokok rata-rata mengalami kenaikan,” ungkap David.

Disamping itu, ia mengatakan ada juga aspek lain yakni menjaga stabilitas harga dan pasokan beras serta memberikan jaminan bagi ASN Pemprov Sulteng untuk mendapat bahan pokok yang memiliki sertifikat dan berkualitas dari Perum Bulog.

“Selanjutnya, menjamin ASN mendapatkan beras yang telah diuji kandungan kimia melalui laboratorium dan dapat registrasi dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Sulteng,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas