Para pengemudi Ojek Online (ojol) Grab yang terlihat menunggu orderan penumpang di Jalan Sutomo, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Palu mengakui bahwa tarif saat ini mengalami kenaikan. Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan penghasilan harian atau tidak mempengaruhi pendapatan mereka.

“Jasa ojol memang telah resmi naik mulai 11 September 2022. Tapi, itu tidak berdampak kepada pendapatan kami sebagai pengemudi khususnya Grab. Sebab kenaikan hanya sekitar 200 rupiah,” ujar Idwar salah satu pengemudi Grab ditemui Metrosulawesi, Kamis (22/9).

Sedangkan, ia mengungkapkan untuk orderan terbilang cukup sepi dan ditambah lagi dengan kondisi banyaknya pengemudi ojek online yang tersedia di Kota Palu. Dirinya meminta agar menaikkan kembali tarif dari Rp7.200 menjadi Rp8.000.

“Kemudian semua biaya pemesanan lewat Grab itu harus dihapuskan. Sebelum naik bahan bakar minyak (BBM) tarif Grab sempat kisaran Rp8.000, tapi setelah BBM naik, pihak Grab turunkan biayanya,” ujarnya menambahkan.

Sementara platform penyedia layanan Gojek juga ikut menaikan tarif layanannya sebesar 10 persen atau Rp1.000 pada setiap tarif minimum. Setidaknya, ada lima layanan yang disediakan oleh aplikasi gojek yang tarifnya pun ikut disesuaikan.

Yakni GoRide layanan perjalanan menggunakan motor, GoCar layanan perjalanan menggunakan mobil, GoFood layanan pesan antar makanan, GoSend layanan pengantaran barang hingga GoMart layanan berbelanja gojek.

Gojek memberlakukan perubahan tarif lima layanan tersebut sesuai kebijakan yang berlaku. Beberapa driver mengatakan kenaikan tarif jasa gojek dikarenakan kebijakan pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diikuti dengan kenaikan bahan pokok lainnya.

Salah seorang driver di Kota Palu, Teguh mengatakan, kenaikan tarif tersebut tak berpengaruh terhadap pendapatannya. Sebab, ada kebijakan lainnya yang juga ikut naik yakni bahan bakar minyak (BBM) yang notabenenya menjadi biaya operasional driver. Meski demikian, Teguh merasa penghasilan yang didapatkan saat menjadi pengemudi ojek online cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya.

“Biasanya sekali narik itu dari pagi sampai sore dapat 10 orderan kalau lanjut malam lg paling banyak 5 orderan ya kalau nonstop bisa sampai 15 orderan ya lumayan buat tambah-tambah penghasilan,” katanya.

Salah seorang driver gojek lain, Misnanto mengaku bahwa pihak driver gojek tidak merasa keberatan atas kenaikan tarif tersebut. Menurutnya dengan kenaikan tarif ojol ini seimbang dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan pokok serta BBM.

“Kami tidak merasa dirugikan juga tidak merasa diuntungkan ya sama saja. Kenaikannya hingga mencapai 10 persen yang biasanya untuk GoFood terhitung 2-3 kilo meter itu Rp10.000 sekarang jadi Rp11.000. intinya semua layanan naik hingga Rp1.000,” ujar Misnanto.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas