MUBAZIR - Bangunan di pasar hewan di Desa Pandiri Kecamatan Lage kini sudah ditumbuhi rumput. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Pasar hewan yang dibangun oleh Bupati Poso sebelumnya mendiang Drs Piet Inkiriwang, terletak di Desa Pandiri Kecamatan Lage, kini tidak pernah difungsikan dan sekarang terbengkalai bahkan bangunan sudah ditumbuhi rumput.

Informasi diperoleh semenjak pembebasan dan pembelian lahan lokasi tahun 2011 seiring pembentukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, pernah digunakan untuk penempatan sapi sebelum dilakukan pemotongan, namun hal itu tidak berlangsung lama dan sampai sekarang tidak berfungsi dan dibiarkan terlantar.

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Bangun Negeri Idrus Hakim menilai bahwa pasar hewan tersebut adalah sebuah hal yang mubazir, padahal anggaran yang digunakan adalah APBN yang menelan anggaran miliaran.

“Pasar ternak itu tidak pernah difungsikan, harusnya pasar ternak ini ada keuntungan untuk Pemkab itu sendiri dan pasar ternak ini kelihatannya mubazir. Padahal anggaran yang digunakan ini miliaran,” ungkapnya, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, pasar hewan harusnya menguntungkan untuk pendapatan Pemkab Poso  tapi malah merugikan dan lebih parahnya merugikan masyarakat Poso.

“Tujuan dibangunnya ini pasar hewan untuk menguntungkan pemkab, bukan malah merugikan dan khususnya masyarakat, karena uang masyarakat yang dipakai membangun,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Poso  Jemmi Lagombi, SP, kepada Metrosulawesi terkait pasar hewan yang berada di Pandiri mengungkapkan, lokasi tersebut dibangun saat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dibentuk dan pernah berfungsi. Namun saat dilebur menjadi satu menjadi Dinas Pertanian, mulai saat itu pasar hewan sudah tidak berfungsi lagi.

“Melihat lokasi dan penempatan pasar hewan di sana, mungkin lokasinya kurang tepat dan tidak sesuai harapan ditambah lagi Dinas Peternakan sudah di gabung satu bersama Dinas Pertanian, namun ke depannya mungkin kembali difungsikan termasuk menunggu pos mata anggaran,” tutur Jemmi Lagombi.

Senada Kabid Peternakan, Kepala Dinas Pertanian Poso Suratno, SP kepada Metrosulawesi membenarkan kalau saat ini pasar hewan di Pandiri tidak berfungsi dan sudah berlangsung lama.

“Soal pembangunan pasar hewan di Pandiri, adalah tupoksi Dinas Peternakan yang saat itu di kendalikan Drs C Ntaba, memang kalau dilihat dari lokasinya, sangat tidak strategis, kalau  lalu dibangun di Mayoa Pamona Selatan  atau Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara, maka sangat strategis dan mungkin saja sampai saat ini dapat berfungsi,” ungkap Suratno singkat.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas