BUKTI - Asisten III Pemkab Donggala, Dee Lubis bersama Hi Kasim (kiri) memperlihatkan bukti pembelian tanah kepada awak media, Selasa 20 September 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Asisten III Pemkab Donggala, Dee Lubis akhirnya angkat bicara terkait foto dirinya memegang uang pecahan 100 ribu dalam kantongan kresek hitam. Foto yang beredar luas di media sosial.

Pada Selasa 20 September 2022,  Dee Lubis ditemani Hi Kasim yang juga terlihat dalam foto yang beredar itu memberikan keterangan pers kepada awak media di ruang kerja Asisten III.

“Tidak benar itu saya menerima fee TTG (proyek teknologi tepat guna) seperti yang viral di media sosial dan pemberitaan media,” kata Dee Lubis.

“Memang foto itu benar, tetapi uang saya pegang itu adalah hasil penjualan tanah antara saya dengan Hi Kasim,”ucapnya lagi.

Dee Lubis menjelaskan, beredarnya foto berempat dirinya, Hi Kasim, Ibrahim Abbas, dan Mardiana dengan memperlihatkan uang pecahan 100 tibu di atas meja adalah proses pembayaran uang penjualan tanah.

Karena pada saat itu kata Dee Lubis lagi dirinya sedang membutuhkan uang untuk menyelesaikan tugas akhir pada program doktor ilmu hukum di salah satu perguruan tinggi di Makassar.

Untuk itu lanjut Dee Lubis lagi ia membutuhkan dana yang cukup  menyelesaikan tugas akhir itu.

“Oleh karena saya belum memiliki dana yang cukup, maka saya menemui Hi Kasim dan menawarkan tanah saya di Kabupaten Banggai seluas 9,255 meter dalam satu hamparan kepada Hi Kasim, tanah saya saya jual 400 juta kepada Hi Kasim,” bebernya.

“Hi Kasim menyetujui penawaran tanah saya, dan Hi Kasim membayar dua kali, dibayar pertama 200 juta di rumah jabatan bupati seperti yang di foto beredar, jadi uang bayar tanah itu,” ucapnya lagi.

Ditambahkannya, rekap fee TTG yang beredar itu tidak benar, penuh rekayasa, kedaluwarsa dan tidak berkekuatan hukum.

“Kami akan perintahkan Inspektorat untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut, tidak benar itu rekap fee TTG, kita tunggu saja hasil pemeriksaan inspektorat,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas