PROTES DANA HIBAH - Salah satu pengunjuk rasa melakukan teatrikal saat melakukan demo di kantor DPRD Sulteng, Kamis 15 September 2022. Mereka meminta hibah Rp14 miliar dibatalkan. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)

Palu, Metrosulawesi.id – Pengunjuk rasa yang mengatanasmakan dari Front Rakyat Pasigala meminta alokasi dana hibah Rp14 miliar untuk kegiatan Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dibatalkan.

Empat tahun bencana sampai saat ini masih banyak penyintas bencana di Sulteng yang belum tertangani dan masih tinggal di hunian sementara.

“Sementara negara mengatakan setiap warga negara berhak atas penghidupan yang layak dan itu diketahui oleh seluruh anggota DPRD Sulteng dan perangkatnya. Olehnya kami minta ini (dana hibah) dibatalkan,” kata Agus Salim yang menyampaikan orasinya di depan kantor DPRD Sulteng, Kamis 15 September 2022.

“Saya yakin masih ada anggota DPRD yang bagus, masih ada yang bermoral, tolong rasakan penderitaan penyintas yang sudah empat tahun ini terkatung-katung,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sulteng, Sitti Rachmi Singi mengatakan kepada massa aksi bahwa tuntutan massa aksi akan disampaikannya kepada Pimpinan DPRD Sulteng.

“Tuntutan kawan-kawan akan kami sampaikan kepada anggota dewan. Sekretaris Dewan akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi kepada anggota DPRD,” jelasnya.

“Hari ini anggota dewan melakukan kegiatan ada yang di kabupaten, dan ada yang membahas rancangan Perda di pusat. Ada juga anggota dewan menuju dapilnya untuk monitoring pelaksanaan kegiatan dan ada juga anggota dewan yang jadi pembicara di Kemendagri,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Sulteng menyepakati untuk mengalokasikan APBD sebesar Rp14 miliar untuk kegiatan Munas KAHMI. Munas KAHMI itu akan dihadiri segenap pejabat mulai dari Presiden Joko Widodo hingga sejumlah menteri dan alumni KAHMI lainnya. Diperkirakan jumlah orang yang akan datang ke Palu mencapai 6.000-an.

Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Mulhanan Tombolotutu, menjelaskan dana hibah sebesar Rp14 miliar yang diterima pihaknya untuk keperluan Munas XI KAHMI tersebut untuk membiayai empat acara pokok.

“Yakni Munas, Panggung Kebangsaan, KAHMI Expo dan KAHMI Peduli. Jadi, tidak sekadar memilih pengurus baru dan penyusunan program dalam periode kepengurusan 2022- 2027,” ucap Mulhanan melalui keterangan tertulis pada Senin 12 September.

Mulhanan mengatakan, dana hibah itu akan terserap dalam kegiatan Munas dan rangkaian kegiatan yang akan menghidupkan pelaku usaha hotel, akomodasi, transportasi dan juga UMKM. Bahkan menurutnya, belanja peserta yang mencapai 6.000 orang itu akan melahirkan multiplier effect (pengaruh meluas yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan).

“Belum lagi jika satu orang peserta membelanjakan dananya sebesar Rp500 ribu saja, maka dalam sehari dana yang dibelanjakan sebesar Rp3 miliar per hari oleh sekitar 6 ribu orang,” ujarnya.

“Jika dikalikan 4 hari, maka dana yang beredar di Kota Palu selama empat hari sebesar sekitar Rp12 miliar. Itu tidak termasuk akomodasi, transportasi dan lain-lainnya,” tambah Mulhanan.

Munas tersebut katanya, akan berdampak pada daerah karena akan mendorong penyelesaian masalah pasca bencana seperti pemenuhan huntap melalui kegiatan Kahmi Peduli dan juga akan menjadi ajang pencitraan positif bagi daerah pasca konflik di Poso.

“Selain itu, dengan menjadi tuan rumah Munas XI KAHMI, Sulawesi Tengah juga akan menjadi pusat perhatian politik nasional bahkan internasional, karena dihadiri juga oleh perwakilan KAHMI dari tujuh negara di dunia,” kata Mulhanan.

Reporter: Yusuf Bj
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas