Kegiatan operasi pasar yang digelar Disperindag Sulteng dan Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai. (Foto: Dok. Disperindag Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Saat menggelar operasi pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa terpantau harga pangan yang ada di wilayah Kabupaten Banggai melonjak sangat tajam.

Demikian hal tersebut diungkapkan  langsung oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Donny Iwan Setiawan usai dihubungi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Jumat (16/9/2022).

Donny mengaku harga jual komoditas cabai rawit merah dan hijau yang saat ini tembus di angka Rp80 hingga Rp100 ribu perkilogram. Begitu pula, lanjut dia, dengan harga cabai keriting yang mencapai dikisaran Rp70 ribu/kg.

“Masih cukup tinggi inflasi yang terjadi di sini mencapai 7,78 persen sesuai data Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng. Tercatat Kota Luwuk juga merupakan daerah inflasi tertinggi kedua di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Donny mengungkapkan untuk harga telur ayam berbagai ukuran sudah dikisaran Rp58 sampai Rp65 ribu perkilogram. Sama halnya dengan daging ayam yang mengalami kenaikan sekitar Rp60-70 ribu perkilogram.

“Bawang merah harganya Rp35-40 ribu perkilogram dan bawang putih terpantau masih stabil Rp30 ribu perkilogram. Sedangkan untuk beberapa komoditi ikan segar juga naik menjadi Rp35 sampai Rp40 ribu perkilogram,” ungkapnya.

Sebelum adanya kenaikan BBM, ia mengaku harga pangan mulai bulan lalu sudah meningkat karena dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Sehingga, kata dia, hal ini juga sampai menyebabkan harga komoditas melonjak.

“Kemarin BBM belum naik, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar sudah mengalami kenaikan. Makanya kita sekarang ini mencoba menstabilkan kembali dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah,” katanya.

Pihaknya juga sudah menangani sektor hulu terkait penyediaan dan harga kebutuhan pokok. Sementara untuk Kota Palu sebagai ibu kota Provinsi Sulteng akan melakukan hal yang sama yaitu operasi pasar dan pasar murah.

“Kebetulan kami sudah koordinasikan mengenai ini bersama Pemerintah kabupaten/kota melalui Disperindag. Kemungkinan dalam waktu dekat mereka juga nantinya akan menjadwalkan kegiatan yang sama,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas