Wawan Ilham SH. (Foto: Istimewa)
  • Kasus Dugaan Bagi- bagi Fee Proyek TTG di Donggala

Donggala, Metrosulawesi.id – Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kabupaten Donggala Wawan Ilham SH meminta Polres Donggala serius mengusut kasus dugaan bagi-bagi fee proyek TTG (teknologi tepat guna).

“Apa yang  dilaporkan masyarakat pada Senin kemarin itu (5/9) adalah kasus extraordinary crimes karena diduga melibatkan sejumlah pejabat tinggi. Polres harus berani usut dugaan bagi-bagi fee proyek TTG itu,” kata Ketua KAI Donggala Wawan Ilham SH kepada sejumlah awak media, Jumat 9 September 2022 di salah satu kafe di Donggala.

“Karena kami dengar yang menerima aduan masyarakat kemarin itu Pak Kasat Reskrim Ismail SH. Olehnya KAI Kabupaten Donggala meminta Kasat Reskrim Polres Donggala, mengawal kasus tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku hingga menemukan tersangkanya,” ucapnya lagi.

Wawan mengatakan, dari bukti yang dilihatnya, kasus dugaan bagi-bagi fee proyek TTG sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

“Jadi saya mengingatkan agar Polres Donggala agar serius dalam menangani kasus ini, laporan tindak pidana korupsi merupakan lex specialis karena termasuk pidana khusus yang mempunyai undang-undang tersendiri, Polisi bisa segera bertindak tanpa harus menunggu laporan resmi,” bebernya.

Ditambahkannya lagi penegakan hukum semua sama tidak memilih-milih, jika sudah ditemukan bukti permulaan awal, segera lakukan penyidikan.

“Polisi jangan hanya tegas kepada masyarakat biasa, ketika berhadapan dengan pejabat malah melempem. Polisi harus panggil segera yang diduga terlibat, saya minta jangan tebang pilih,” tutup Barlot, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim yang dihubungi belum lama ini mengatakan pihaknya sedang fokus pada kasus fingerprint.

“On process, kita fokus dulu di kasusnya finger,” jawab Ismail.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas