INGATKAN WARGA - Mensos Tri Rismaharini meninjau lokasi banjir di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Rabu 7 September 2022. Dia mengingatkan warga untuk tetap waspada banjir. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)
  • Mensos Siapkan Enam Lumbung Sosial di Sigi

Sigi, Metrosulawesi.id – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharani mengingatkan warga di Kabupaten Sigi untuk tetap waspada banjir, mengingat saat ini curah hujan sedang tinggi.

Risma didampingi sejumlah pejabat Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, BMKG, Pemprov Sulteng, dan Bupati Sigi melihat langsung kondisi warga terdampak banjir di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, yang mengungsi di halaman Masjid Al-Anshar di Dusun I Desa Pakuli, Rabu 7 September 2022.

Tri Rismaharani juga mengimbau warga yang terdampak banjir untuk tetap berada di lokasi pengungsian karena hujan lebat masih akan terjadi hingga akhir Desember 2022 di Sulteng.

“Yang berat itu hujan pada November sampai Desember 2022,” kata Mensos yang akrab dipanggil Risma.

Risma mengatakan, saat tinggal di lembah dan lereng harus ada rencana khusus dalam pengelolaan air agar tidak masuk ke pemukiman penduduk.

“Memang biasanya yang berat itu saat tinggal di lembah dan lereng sehingga harus ada rencana khusus dalam pengelolaan air agar tidak masuk ke pemukiman penduduk,” katanya kepada kepada wartawan.

Ia mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan PUPR untuk segera membuat tanggul sehingga saat terjadi hujan mengakibatkan banjir tidak sampai ke perumahan warga.

“Tadi saya sudah komunikasi dengan teman-teman PUPR, mudah-mudahan bisa dikerjakan. Kalau itu ditutup insyaallah itu tidak akan lari ke perumahan warga,” ujar Risma.

Kementerian Sosial rencananya akan mendirikan lumbung sosial di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Sigi.

“Nanti kita akan berikan untuk membuat lumbung karena ini diperkirakan Januari sampai Februari curah hujannya. Saya sudah sampaikan ke Bupati jadi kalau hujan maka warga sebaiknya mengungsi supaya tidak ada korban,” tuturnya.

“Nanti kita akan siapkan enam lokasi untuk Lumbung Sosial sehingga kalau ini jalan terputus maka warga masih bisa survive,” kata Risma.

Risma menyalurkan bantuan sosial berupa logistik untuk warga terdampak bencana alam banjir di Desa Pakuli Utara, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Jadi, ada makanan dan bantuan sosial lainnya, seperti matras dan lainnya serta lumbung sosial,” ucap Risma.

Dalam kunjungan itu, Risma tidak hanya melihat dan kondisi lokasi pengungsian, tetapi juga melihat langsung kondisi Sungai Gumbasa.

Ia menyalurkan bantuan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana senilai Rp270 juta lebih dan bantuan penanggulangan bencana serta lumbung sosial senilai Rp608 juta.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Sigi Mohamad Irwan dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi di lokasi pengungsian.

Risma menyebut Kemensos akan membangun enam titik lumbung sosial di Kabupaten Sigi, termasuk di Desa Pakuli. Lumbung sosial merupakan tempat logistik untuk pemenuhan kebutuhan warga dalam situasi bencana.
Lumbung logistik, kata dia, tidak hanya terdiri atas makanan, tetapi juga ada peralatan, seperti genset, perahu karet, dan sebagainya.

“Sehingga, ketika akses darat putus, masyarakat bisa bertahan dengan logistik yang ada pada lumbung sosial tersebut,” kata Risma.

Risma mengatakan pembangunan lumbung sosial di Sigi, sama seperti pembangunan lumbung sosial yang dibangun Kemensos di Luwuk, Kabupaten Banggai.

“Sehingga, kalau jalannya terputus, masih bisa bertahan,” ujarnya.

Sebelumnya, 182 keluarga atau 662 jiwa terdampak banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Gumbasa, di Desa Pakuli. Meluapnya sungai tersebut akibat hujan lebat yang terjadi sejak Senin sore 5 September hingga Selasa pagi 6 September 2022. Mereka mengungsi di halaman Masjid Al-Anshar di Dusun I Desa Pakuli. (ton/ant)

Ayo tulis komentar cerdas