KORBAN KELALAIAN - Pekerja proyek pengadaan dan pemasangan rambu jalan di bundaran STQ Jalan Soekarno Hatta Palu terjatuh dan tergeletak di tanah setelah kesetrum listrik tegangan tinggi saat mereka mengerjakan proyek itu, Senin 5 September 2022. (Foto: Ist/ Tangkapan layar)
  • Tak Pamit PLN, Delapan Pekerja Rambu Jalan Kesetrum

Palu, Metrosulawesi.id – Proyek pengadaan dan pemasangan rambu jalan di bundaran STQ Jalan Soekarno Hatta Palu menelan korban jiwa pada Senin 5 September 2022. Proyek senilai Rp116 juta lebih itu menewaskan tiga pekerja dan lima lainnya mengalami luka bakar.

Ke-delapan pekerja itu kesetrum listrik bertegangan tinggi saat sedang melakukan pekerjaan. Tiga di antaranya meninggal, sedangkan lima lainnya mengalami luka bakar.

Tiga dari delapan yang meninggal itu adalah: Dani, Wahyu dan Winarto. Sedangkan lima pekerja lainnya yang mengalami luka bakar, yakni: Suhari, Sahiri, Hariyanto, Catur dan Sularso.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Metrosulawesi, proyek pengadaan dan pemasangan rambu jalan itu dikerjakan oleh CV Wahyu Tunggal Jaya. Perusahaan itu mendapatkan pekerjaan setelah mendapatkan penunjukan langsung dari Dinas Perhubungan Sulawesi Tengah.

Pimpinan CV Wahyu Tunggal Jaya, Sri Wahyuni yang mencoba dikonfirmasi baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp tidak berhasil. Yang bersangkutan tidak mengangkat telepon. Demikian pula pesan WhatsApp yang dikirim ke 082291081*** tidak dibalas. Malah memblok nomor kontak Metrosulawesi.

Perusahaan maupun pekerja yang mengerjakan pemasangan rambu jalan itu tidak pamit alias tak sepengetahuan pihak PLN. Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum PLN Palu, Ika Safitri mengungkapkan, pekerjaan yang dilakukan tersebut tidak ada koordinasi dengan pihaknya.

“Pekerjaannya ini pemasangan traffic light dari solar cell yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, dimana petugasnya melakukan pekerjaan itu tanpa perlengkapan safety, seperti sepatu safety dan perlengkapan lainnya,” kata Ika Safitri saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Senin, 5 September 2022.

“Kita lihat di lapangan itu, petugasnya cuma memakai sandal jepit. Laporan dari lokasi tujuh orang yang jadi korban. Laporannya sudah ada yang dibawa ke Rumah Sakit Undata,” tambahnya.

Kata dia, pihaknya saat ini sementara koordinasi dengan Dinas Perhubungan.

“Cuma Dinas Perhubungan belum terkonfirmasi sampai sekarang. Kami sekarang sementara berkoordinasi. Untuk pekerjaan ini, memang tidak ada koordinasi ke kami,” ungkapnya.

“Biasanya kami mengimbau untuk pekerjaan-pekerjaan yang mendekati tiang listrik apalagi yang 20 kv, itu harus koordinasi dengan pihak PLN terlebih dulu. Yang jelas mereka melakukan pekerjaan ini secara sepihak,” tambahnya.

Informasi yang diperoleh, para pekerja melakukan perbaikan lampu PJU di Bundaran STQ di Jalan Soekarno-Hatta. Saat mereka melaksanakan pekerjaan itu, sekitar pukul 09.30 wita, salah satu pekerja atas nama Wahyu tiba-tiba kesetrum. Pada saat itu ketujuh rekannya ingin menolong, namun tiba-tiba enam pekerja tersebut ikut juga kesetrum aliran listrik.

Akibat kejadian itu, delapan pekerja tersebut mengalami luka bakar. Mereka semua sempat dilarikan ke rumah sakit Undata Palu. Akibat kejadian itu tiga di antaranya meninggal.

Reporter: Yusuf Bj
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas