Arnold Firdaus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Drs Arnold Firdaus MTP, mengimbau pihak perusahaan di daerahnya menaikkan gaji pekerja/buruh. Imbauan ini menyikapi adanya penyesuaian harga BBM yang akan berdampak naiknya harga-harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Saya mengimbau rekan-rekan pengusaha alangkah baiknya jika ada kebijakan kenaikan upah atau gaji bagi pekerja/buruh di Sulawesi Tengah. Kenapa ini saya imbau, karena bagaimanapun kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) akan memicu naiknya harga kebutuhan hidup,” ucap Arnold, Selasa 6 September 2022.

Menurut Arnold, salah satu pihak yang paling merasakan dampaknya penyesuaian harga BBM yaitu para pekerja/buruh. Olehnya, dengan adanya kenaikan gaji diharapkan bisa membantu pekerja/buruh dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Pekerja/buruh adalah aset perusahaan yang perlu merasakan ada kepedulian dari rekan-rekan pengusaha dalam meringankan beban dampak kenaikan harga BBM,” ujar Kepala Disnakertrans.

“Semoga ini menjadi perhatian para pengusaha yang baik hati di Sulawesi Tengah,” pungkas Arnold.

Diketahui, dampak penyesuaian harga BBM, pihak pemerintah menyalurkan bantalan sosial berupa BLT (bantuan langsung tunai). Pemprov Sulteng melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menyatakan kesiapan memfasilitasi penyaluran bantalan sosial BLT BBM kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.

“Sebagaimana Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial sebanyak 130.248 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sulteng berhak menerima BLT tersebut,” kata Kepala Dinas Sosial Sulteng, Siti Hasbiah, pada Jumat 2 September 2022.

Ia mengemukakan sesuai kebijakan pemerintah pusat nilai BLT BBM Rp150 ribu per orang untuk empat bulan dengan penyaluran secara bertahap melalui Kantor Pos di daerah masing-masing. Tahap pertama dibayarkan sebesar Rp300 ribu untuk bulan September dan Oktober, lalu tahap kedua dengan nilai yang sama untuk bulan November dan Desember.

“Penyaluran perdana untuk Sulteng di Kota Palu yang diluncurkan pada Sabtu (3/9), setelah itu menyusul kabupaten lain dengan harapan bantuan tersebut dimanfaatkan sebagaimana untuk kebutuhan mendesak,” tutur Hasbiah.

Sementara Kepala Dinsos Kota Palu, Romy Sandi Agung, menjelaskan penyaluran bantuan tunai tahap pertama diberikan kepada 10.109 KPM di daerahnya dengan metode penyaluran dari rumah ke rumah oleh petugas Kantor Pos setempat.

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas