TUNGGAK PAJAK - Poso City Mall (PCM) belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hampir Rp500 juta. (Foto: Ist)

Poso, Metrosulawesi.id – Memasuki tahun ketiga, Poso City Mall (PCM) belum juga melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau menunggak yang seharusnya menjadi kewajiban. Nilainya hampir Rp500 juta.

Kepala Bapenda Poso Mappatunru Usman, ST, kepada Metrosulawesi, Jumat (1/9/2022) membenarkan perihal tunggakan PBB PCM meskipun sudah beberapa kali diupayakan penagihan.

“Selaku instansi pemerintah yang menangani PAD, tentu Bapenda menjalankan fungsinya dimana salah satunya yakni bagaimana berupaya target PAD tercapai. Namun sangat disayangkan pihak PCM masih menunggak PBB dan sudah masuk tahun ketiga. Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk pendekatan ke pihak management, namun hingga saat ini tetap tidak diindahkan permohonan pelunasan PBB,” tegas Mappatunru.

Diuraikan Kaban Bapenda, komunikasi intens sudah dilakukan kepada pihak PCM dan mereka menyatakan siap untuk melunasi PBB, namun hingga saat ini juga belum melunasi.

“Kalau dihitung besaran tunggakan PBB PCM selama tiga tahun, hampir mendekati Rp 500 juta dan sudah dinyatakan jatuh tempo, sehingga Pemkab Poso melalui Bapenda mengimbau agar PCM segera melunasinya,” ungkap Mappatunru.

Disinggung apakah tidak ada keringanan atau mengurangi nilai atau besaran angka bagi objek pajak yang diketahui beberapa saat lalu terpuruk ekonomi akibat Covid 19 melanda, diungkapkan Mappatunru, bagaimana mau dibicarakan sementara pihak PCM sama sekali tidak ada niatan untuk berkomunikasi dengan Pemkab.

Sementara Direktur Utama  Poso City Mall ( PCM) Karman Karim SH saat dihubungi Metro Sulawesi belum lama ini membenarkan kalau pihaknya masih menunggak PBB.

“Atas persoalan ini, kami tetap berupaya akan bertemu dinas terkait termasuk membicarakan  adanya kemudahan dalam melunasi PBB yang sudah menunggak, banyaknya los yang masih kosong adalah salah satu kendala sehingga PBB hingga saat ini belum terselesaikan,” imbuhnya.

Poso City Mall ( PCM) diresmikan pada 19 Oktober 2016 dan kini sudah memasuki tahun keenam.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas