Transaksi jual beli ikan di Pasar Masomba Palu beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi salah satunya adalah ikan selar sebesar 0,25%.

“Untuk bahan bakar rumah tangga 0,06 persen, sayur bayam 0,04 persen, dan sayur kangkung 0,04 persen,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Sutrisno Abusungut belum lama ini.

Pada bulan Agustus 2022, Sutrisno juga menyebut bahwa indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen.

“Dari yang 114,72 persen poin pada bulan Juli 2022 menjadi 115,07 di bulan Agustus 2022. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks harga kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,72 persen,” sebutnya.

Bukan itu saja, ia mengaku komoditas lain tercatat mengambil peran terhadap inflasi. Diantaranya, telur ayam ras 0,04 persen, ikan layang 0,03 persen, semen 0,03 persen, nasi dengan lauk 0,03 persen, dan ikan teri (0,02 persen).

“Termasuk ikan malalugis sebesar 0,01 persen. Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain bawang merah 0,10 persen, cabai rawit 0,06 persen, minyak goreng 0,06 persen,” ujarnya.

“Adapula daging ayam ras 0,04 persen, cabai merah 0,03 persen, kol putih 0,02 persen, sabun detergen bubuk/cair 0,02 persen, jagung manis 0,02 persen, blus wanita 0,01 persen dan cumi-cumi 0,01 persen,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas