SERAHKAN DOKUMEN - Ahmad Muhsin menyerahkan dokumen terkait dugaan pemberian gratifikasi kepada oknum di Polres Donggala. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Massa aksi dari Desa Marana Kecamatan Sindue bergerak bersama masyarakat Banawa, Senin 5 September 2022. Massa aksi yang mengatasnamakan Donggala Bergerak itu dikoordinir oleh Ahmad Muhsin dan Heri Soumena.

Aksi dimulai di halaman belakang Kantor Bupati Donggala dengan melakukan pembakaran boneka berwarna pink yang dilakukan Heri Soumena.

“Tangkap Asisten III DB Lubis. Kami membakar boneka warna pink sebagai simbol atau warna kesukaan DB Lubis saat menjalani perawatan di rumah sakit. Anda bisa lihat saat DB Lubis terbaring di rumah sakit bantalnya warna pink,” teriak Heri Soumena sambil membakar boneka berwarna pink.

“Kami menduga Asisten III DB Lubis menjalani dua kasus dugaan penjualan aset di Makassar, dan website desa di Kecamatan Riopakava,” bebernya. 

Setelah Heri Soumena menyampaikan orasinya, Koordinator Donggala Bergerak yang berasal dari Desa Marana Kecamatan Sindue Ahmad Muhsin mengarahkan massa aksi menuju Polres Donggala.

Sesampainya di Polres Donggala, massa aksi Donggala Bergerak diterima oleh Kasat Reskrim Iptu Ismail SH.

BAKAR BONEKA – Aksi bakar boneka warna pink. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Di hadapan Kasat Reskrim dan anggota Polres Donggala, Ahmad Muhsin mengatakan asisten III DB Lubis diduga telah melakukan dugaan tindak pidana berupa gratifikasi.

Salah satunya, dugaan memberikan sejumlah uang Rp30 juta kepada oknum di Polres Donggala agar tidak melanjutkan proses hukum fingerprint (absen sidik jari).

“Kami sayang polisi, jangan sampai institusi ini kembali tercoreng. Polisi sekarang tidak baik-baik karena kasus Sambo. Polres Donggala harus periksa DB Lubis,” serunya.

Tempat yang sama Kapolres Donggala melalui Kasat Reskrim Iptu Ismail SH mengatakan mengapresiasi penyampaian aspirasi yang disampaikan oleh Donggala Bergerak.

“Pastinya Polres Donggala tidak akan tinggal diam dalam pemberantasan kasus korupsi, kasus fingerprint kami sudah menetapkan dua tersangka, dan berkasnya sudah naik ke Kejaksaan, menyangkut fee sebesar 30 juta yang diberikan DB Lubis untuk menutupi kasus fingerprint akan kami selidiki,” ucapnya.

Aksi yang diguyur hujan lebat itu ditutup dengan penyerahan dokumen berupa sejumlah bukti setoran fee. Dokumen diberikan kepada Kasat Reskrim Iptu Ismail SH.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas