Sigit Sulistiyo. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Palu menyatakan bahwa pangsa pasar terkait rumah non subsidi yang ada di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu masih sangat kecil hanya sekitar 10%.

Demikian hal tersebut diungkapkan langsung oleh Branch Manager PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Palu, Sigit Sulistiyo kepada Metrosulawesi usai ditemui belum lama ini.

Menurutnya, bisa dilihat para pengembang yang jual rumah non subsidi di wilayah ini belum sedikit. Sedangkan untuk rata-rata harga KPR non subsidi mencapai di angka Rp250_an hingga Rp300_an juta lebih.

“Kalau ditotalkan memang 10 persen dari jumlah rumah subsidi yang diakad di Bank BTN. Pasarnya tetap ada, namun minat masyarakat sangat kecil dan berbanding terbalik dengan KPR subsidi,” ujarnya.

Begitu pula, lanjut Sigit, terkait pengembang yang menjual rumah dengan harga di atas Rp200 jutaan pasti berfikir. Sebab, kata dia, karena nanti akan lama terjual unitnya.

“Makanya mereka lebih memilih untuk menjual rumah subsidi dari pada non subsidi. Di sini saja kondisi lahan harganya sudah di atas Rp100 juta lebih,” ujarnya menambahkan.

Sementara tercatat realisasi penyaluran pembiayaan program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi saat ini di BTN Cabang Palu mencapai kurang lebih sebanyak 925 unit.

“Itu berdasarkan laporan data kemarin yang kami himpun per tanggal 27 Agustus 2022. Sedangkan untuk penyaluran dana sudah hampir dikisaran Rp123_an miliar,” kata Sigit Sulistiyo.

Sigit mengungkapkan bahwa tahun ini mengenai program kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang tersedia di Bank BTN Kantor Cabang Palu mengalami kenaikan sekitar 218 persen.

“Tahun ini, Bank BTN Palu ditargetkan penyaluran KPR subsidi sebanyak 1.300._an unit. Bahkan, Subsidi Selisih Bunga (SSB) dengan bunga 5% fix rate atau tetap hingga 20 tahun,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas