RESMI DIGULIR - Kadispora Sulteng,Irvan Aryanto didampingi Bupati Morowali Taslim, menekan sirine tanda dibukanya Pekan Olahraga Pelajar Sulteng tahun 2022 di lapangan taman Sangiang Kabupaten Morowali, Senin (29/08/2022). (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Morowali, Metrosulawesi.id – Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sulawesi Tengah tahun 2022 yang diselenggarakan di Morowali dari tanggal 29 Agustua-02 September adalah ajang tolak ukur pembenahan prestasi. Popda Sulteng yang diikuti oleh sebanyak 1.200 atlet dari 13 Kabupaten/Kota tak sekadar berebut menjadi juara, melainkan juga ajang menjaring atlet muda  untuk mengharumkan nama daerah.

Irvan Aryanto kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng mewakili Gubernur  pada saat pembukaan, Senin (29/08/2022) mengatakan, Popda adalah momentum mencari atlet muda berbakat. Tak hanya di tingkat daerah, para atlet dipersiapkan untuk mampu mengibarkan bendera Indonesia di ajang internasional.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua kontingen yang mengirim perwakilan. Semoga atlet pelajar daerah setelah melalui proses latihan yang panjang di ajang ini mampu menujukkan kemampuan terbaiknya, ” kata Irvan.

Kedelapan Cabor juara yang diperebutkan antara lain Sepakbola, Bola Voli Indoor, Silat, Sepak Takraw, Bulutangkis, Tenis lapangan dan Basket. Cabor ini nantinya akan melibatkan 1.200 atlet. Kota Palu jadi daerah terbanyak yang mengirimkan atlet yakni sebanyak 146 beserta official.

Adapun tuan rumah Morowali total mengirim sebanyak 126 orang, Poso 109 orang, Donggala 90 orang, Morowali Utara 72 orang, dan Buol 71 orang. Sementara Sigi mengirim 38 orang, Parigi Moutong 58 orang, Toli-toli 60 orang Banggai 33 orang, Banggai laut 59, Banggai kepulauan 39 orang dan yang paling sedikit mengirin atlet adalah Tojo unauna yakni sebanyak 21  orang.

Bupati Morowali Taslim, mewakili tuan rumah penyelenggara berharap para atlet, wasit, serta pelatih mampu menjunjung tinggi sportivitas selama penyelenggaraan Popda. Pada multieven untuk pelajar SMP dan SMA ini ia berharap muncul bibit atlet muda yang berprestasi di kabupaten/kota untuk mendukung kemajuan olahraga di Sulteng.

“Gelaran ini jangan hanya dijadikan kompetisi seremonial semata, tetapi diharapkan jadi tolak ukur atlet pelajar untuk pembenahan dan pembinaan dalam peningkatan olahraga di Sulteng yang lebih baik dan berkesinambungan, ” kata Taslim.

“Saya percaya seluruh kontingen telah mempersiapkan atlet muda terbaik dengan maksimal, sehingga bakal tercipta bibit atlet terbaik yang akan membawa nama harum Provinsi Sulteng,” tutup Taslim.  (*)

Reporter: Addi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas