IKUT RAKORNAS - Pj Sekdaprov Sulteng diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Syarief, bersama perwakilan Bank Indonesia dan OPD terkait mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Selasa 23 Agustus 2022. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pj Sekdaprov Sulteng diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Syarief, bersama perwakilan Bank Indonesia dan OPD terkait mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Selasa 23 Agustus 2022.

Rakornas dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, didampingi jajaran. Dalam kesempatannya, Tito mengingatkan tugas-tugas TPID berdasarkan Kepmendagri nomor 500.05-8135 tahun 2017.

“Tugas TPID Provinsi melakukan pengumpulan data dan informasi pada tingkat provinsi, menyusun kebijakan pengendalian inflasi, melakukan koordinasi dengan TPIP dan TPID Kabupaten/Kota dan melakukan penyelesaian hambatan/permasalahan pengendalian inflasi,” ucapnya.

Sementara tugas TPID Kabupaten/Kota yaitu melakukan pengumpulan data dan informasi perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan jasa pada tingkat Kabupaten/Kota, menyusun kebijakan pengendalian inflasi pada tingkat Kabupaten/Kota, dan memperkuat sistem logistik pada tingkat Kabupaten/Kota.

“Kemudian melakukan koordinasi dengan TPIP dan TPID Provinsi, melakukan penyelesaian hambatan dan permasalahan pengendalian inflasi pada tingkat Kabupaten/Kota,” ujar Tito.

Tito menyebut berdasarkan surat edaran nomor 500/4825/SJ tentang penggunaan belanja tidak terduga dalam rangka pengendalian inflasi di daerah, dan kepala daerah berwenang mengambil tindakan dalam keadaan tertentu dan mendesak.

Pemerintah daerah menyediakan anggaran untuk mendukung tugas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan pengendalian harga barang dan jasa. Gubernur dan bupati/wali kota melakukan optimalisasi anggaran dan dalam hal alokasi anggaran yang dimaksud belum tersedia, maka dapat menggunakan sebagian alokasi anggaran belanja tidak terduga.

“Penyebab terjadinya inflasi adalah ketika uang negara beredar lebih banyak dan supply barang tidak sesuai dengan demand dan kebutuhan,” ucap Tito.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas