KULIAH UMUM - Tampak mahasiswa Untad saat mengikuti Kuliah Umum bertajuk “Indonesia dan Dinamika Dunia”, di Palu, Jumat 19 Agustus 2022. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) menjadi salah satu penyelenggara Kuliah Umum bertajuk “Indonesia dan Dinamika Dunia”, di Palu, Jumat 19 Agustus 2022. Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 37 perguruan tinggi/provinsi di Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-77 Kementerian Luar Negeri.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia RI, Retno Marsudi, mengucapkan terima kasih kepada 37 universitas dari 37 provinsi yang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kuliah umum serentak ini. Kemenlu mengutus masing-masing dirjennya sebagai pembicara pada 37 universitas yang dimaksud.

Dalam kesempatan ini, Prof Dr Ir Mahufdz MP selaku Rektor Untad menuturkan kekagumannya terhadap performa Kemenlu dalam memposisikan Indonesia di situasi global saat ini. Olehnya Untad disebut memiliki cita-cita untuk membuka jurusan hubungan internasional.

“Sungguh luar biasa keaktifan dan performa Menteri Luar Negeri kita dalam memposisikan Indonesia di berbagai bidang seperti politik dan perdamaian dunia di kancah global. Kami dari Untad memiliki cita-cita untuk membuka jurusan hubungan international di kampus mengingat SDM yang kami miliki cukup mumpuni di FISIP,” ucap Mahfudz.

Dekan FISIP Untad, Prof. Khairil menyampaikan apresiasinya kepada pihak Kemenlu RI terkait penyelenggaraan kuliah umum di Universitas Tadulako melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan sebuah kehormatan bagi kami karena pak Rektor memberikan amanah kepada kami sebagai pelaksana teknis. Tekhusus karena ini juga dalam rangka peringatan HUT ke-77 Kemenlu. Semoga kementerian dapat terus bersinergi menuju Indonesia unggul di tengah krisis yang sedang melanda dunia saat ini,” ujar Khairil.

Sementara itu, dalam penyampaian materinya, Teuku Faizasyah sebagai utusan Kemenlu untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah di Universitas Tadulako, menjelaskan isu-isu besar, capaian-capaian serta target dan permasalahan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia kedepannya.

“Isu besar yaitu migrasi karena perubahan iklim (solusi spirit kolaborasi ) akan tetapi masing-masing negara saat ini lebih mementingkan policy masing, global governance. Tata kelola yang tidak stabil menjadi permasalahan baru dunia. Politik luar negeri bebas aktif (kepentingan nasional indonesia) menjadi hal penting saat ini, Indonesia tidak terpengaruh pada beberapa konflik politik yang ada, misal konflik dagang yang terjadi antara Tiongkok dan Amerika,” beber Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik itu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas