Adolf Puahadi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Diperkirakan ribuan aset lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso , terancam diklaim oleh pihak lain lantaran belum memiliki sertifikat.

Aset Pemkab Poso belum bersertifikat ini tidak hanya berupa lahan saja, tetapi banyak di antaranya sudah berdiri bangunan di atasnya. Seperti bangunan sekolah, kantor camat, Puskesmas, dan posyandu, termasuk jalan.

Kepala BPN/ATR Poso Adolf Puahadi saat dikonfirmasi membenarkan masih banyaknya aset Pemkab Poso  yang belum bersertifikat.

“Benar masih banyak aset Pemkab Poso  belum bersertifikat, ada lahan saja ada pula sudah berdiri bangunan di atasnya, seperti sekolah dan bangunan pemerintah lainnya,” ujarnya kepada Metrosulawesi, Senin (22/8) di kantornya.

Namun dirinya  belum bisa merinci jumlahnya, namun pastinya  begitu banyak dan tersebar di 19  wilayah kecamatan. Hal tersebut sangatlah berpengaruh pada data aset yang saat ini sudah terdata, sementara yang belum tercatat atau bersertifikat, diketahui akan menimbulkan masalah seperti pengakuan warga kalau tanah atau lahan yang tidak bersertifikat adalah milik mereka.

Adolf menambahkan, tahun 2022, dianggarkan pembuatan sertifkat lahan milik pemerintah.

“Kami targetkan tahun ini ada¬† puluhan bidang lahan Pemkab Poso disertifikatkan,” tambahnya.

Masih dikatakan Kepala BPN/ATR Poso Adolf Puahadi, begitu juga untuk aset rumah ibadah untuk segera dibuatkan sertifikat bagi yang belum bersertifikat.

“BPN/ATR Poso siap membantu dalam penerbitan sertifikat,” tuturnya.

Diketahui, sejumlah kasus tanah terjadi di Kabupaten Poso, diantaranya lahan milik pemerintah digugat pihak luar berdalih pemilik atau ahli waris pemilik lahan.

Sementara itu Kepala Bidang Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Poso Alex Panggili, SE, MSi dikonfirmasi Metrosulawesi menyatakan soal lahan atau tanah  Pemkab yang belum bersertifikat, bukan ranah BKUD yang menangani, melainkan pada Dinas Perumahan Rakyat.

“Nanti sudah bersertifikat, barulah dicatat dan selanjutnya menjadi aset daerah,” ungkap Alex singkat.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas