Kadis Dikbud Sulteng Yudiawati Vidiana menyampaikan pengarahan pada pembukaan Bimtek penyelenggaraan pendidikan dan Bosda, di Palu, Kamis (18/8). (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyelenggaraan pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), di Palu, Kamis (18/8).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 500 orang terdiri dari kepala SMA/SMK dan sederajat negeri dan bendahara se Sulteng.

Kepala Dinas Dikbud Sulteng Yudiawati Vidiana mengingatkan kepada kasek dan bendahara untuk mengelola dana Bosda sesuai ketentuan yang ada.

“Gunakan dana Bosda dengan baik sesuai ketentuan sehingga ke depan tidak terjadi permasalahan,” pesan Kadis dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut.

Kadis mengatakan, adanya Bosda yang diatur dalam Perda No 30 Tahun 2022, sebagai wujud visi misi Pemprov Sulteng untuk menggratiskan pendidikan di tingkat SMA, SMK dan SLB negeri di Sulteng.

“Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi antara dinas pendidikan dengan sekolah penerima Bosda agar pelaksanaan di lapangan tidak ada kendala,” katanya.

Kadis kemudian menyebutkan beberapa item kegiatan yang dapat dibiayai Bosda berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) yang ada. Misalnya honor tenaga pendidik yang tidak masuk dalam sistem data pokok pendidikan (Dapodik).

Di bagian lain Kadis menyinggung soal indeks pembangunan manusia (IPM) Sulteng yang sementara ini berada di urutan 22 dari 34 provinsi. IPM terkait dengan pendidikan, angka lama sekolah dan angka putus sekolah.

Untuk angka lama sekolah di Sulteng mencapai 8,9. Artinya lama sekolah masyarakat di Sulteng masih sampai SMP. Padahal terdapat lebih dari 400 SMA dan sederajat di Sulteng.

Kemudian angka putus sekolah, Kadis mengakui adanya Pandemi Covid-19 ikut menyumbang jumlah anak putus sekolah. Kemudian faktor ekonomi sehingga anak lebih memilih bekerja dengan bekal ijazah SMP.

Karena itu Kadis mengajak para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan bekerja keras, bekerja cepat, cerdas, dan ikhlas.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas