Pasokan stok gula pasir yang didatangkan langsung Bulog Kanwil Sulteng dari daerah Blora, Jawa Tengah. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mendapat ketambahan stok gula pasir sebanyak 200 ton.

“Pembongkaran awal kita lakukan ini hanya sekitar 100 ton. Kemungkinan, sisanya minggu depan,” ujar Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, David Susanto, Sabtu (13/8).

David menjelaskan hal ini juga dalam rangka stabilisasi harga gula pasir yang ada dipasaran. Sebab, lanjut dia, harga ditingkat pedagang terpantau dikisaran Rp15 ribu perkilogram.

“Kebetulan untuk gula pasir kita datangkan langsung dari Blora, Jawa Tengah. Gula pasir sebenarnya merupakan salah satu kebutuhan stok rutin yang harus dipenuhi oleh Bulog,” jelasnya.

Menurutnya, ke depan harga gula pasir kemasan biasa cenderung akan terus terjadi kenaikan. Kata dia, stok ini didistribusikan ke pedagang dan rumah pangan kita (RPK) mitra Bulog.

“Ditingkat pedagang harga jual Rp14.500 dan untuk di RPK pasarannya kisaran Rp13.500. Termasuk kita juga akan salurkan melalui operasi pasar maupun pasar murah,” katanya.

Pihaknya memprediksi gula pasir bertahan hingga empat bulan atau sampai Desember mendatang. Namun, kata David, jika stok mendekati habis akan dipesan kembali ke produsen.

“Sementara untuk ketersediaan tepung masih aman, karena memang stok cukup memadai hingga Desember dengan harga murah tidak melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET),” terangnya.

Persediaan tepung terigu yang ada di Bulog Sulteng hingga kini tersisa 3 ton. 

Bahkan, kata David, pihaknya masih akan menambah stok tepung terigu lagi pada Oktober nanti.

“Hal tersebut guna mengantisipasi berbagai perayaan hari besar keagamaan yakni Natal dan tahun baru serta beberapa kegiatan besar yang akan berlangsung di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Apalagi, ia mengungkapkan bahan utama pembuatan tepung terigu adalah gandum. Sedangkan untuk pasokan gandum impor terbesar kedua ialah negara Ukraina yang saat ini mengalami dampak perang.

“Kalau harga tepung terigu di pasar sekarang ini cenderung mengalami kenaikan cukup tinggi. Berkisar antara Rp12.500 sampai Rp13 ribu perkilogram,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas