Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, Rukhedi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada Triwulan-ll tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan untuk realisasi perkembangan investasi luar negeri di Sulteng kurang lebih mencapai sebesar 2,2 miliar USD.

Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, Rukhedi mengatakan bahwa realisasi investasi dari triwulan l 2021 hingga triwulan ll 2022 terus menunjukkan pertumbuhan angka yang sangat luar biasa atau naik dibanding tahun 2020.

“Triwulan l 2020 tercatat hanya mencapai sekitar 0,34 miliar USD. Tapi kemudian seiring berjalannya waktu terus mengalami peningkatan dan melejit pada triwulan l 2022 sebesar 1,32 miliar USD,” katanya, Jumat (5/8/2022).

Sementara pada triwulan-ll tahun 2022, Rukhedi mengaku realisasi perkembangan investasi luar negeri di Sulawesi Tengah tercatat mencapai sebesar 2,2 miliar USD atau jika dikonversi menjadi rupiah hampir sekitar Rp30_an triliun.

“Itu hanya angka satu triwulan. Selanjutnya dibanding dengan angka realisasi investasi di dalam negeri untuk Sulteng pengalihan hanya sekitar Rp10 miliar, jadi masih Rp849 miliar dan belum sampai Rp1 triliun,” ujarnya.

“Kalau dilihat triwulan l 2020 pada kisaran masih dibawah Rp1 triliun khusus investasi dalam negeri untuk Sulawesi Tengah. Namun berbeda dengan investasi luar negeri yang terus mengalami lonjakan,” ujarnya menambahkan.

Lanjut Rukhedi, kompenen investasi di wilayah Sulawesi Tengah terbagi menjadi dua. Terdiri sektor industri logam dasar (nikel) di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Kemudian, logam mulia (emas) yang ada di Kota Palu.

“Jika diperhatikan angka realisasi investasi kita tunjukkan tadi menjadi catatan tersendiri oleh Kementerian Investasi RI. Bahkan, dilihat pantuan wilayah Sulteng masuk tiga besar dibawah Jawa Barat dan DKI Jakarta,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas