BERI KETERANGAN - Direktur Yayasan Sekolah Sukma Bangsa Kabupaten Sigi, Nurhayati MA memberikan keterangan di Sekolah Sukma Bangsa, Selasa 2 Agustus 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Udin Salim)
  • Nurhayati: Sekolah Umum dengan Beasiswa Penuh

Palu, Metrosulawesi.id – Sekolah Sukma Bangsa di Kabupaten Sigi kini sudah menjelang dua tahun. Sekolah dengan sistem boarding school ini adalah sekolah yang menganut multi culture.

“Sekolah ini sekolah umum biasa. Anak-anak yang bersekolah di sini diasramakan dengan bea siswa penuh dari Yayasan Media Grup,” kata Direktur Yayasan Sekolah Sukma Bangsa, Nurhayati MA saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Sigi, Selasa 2 Agustus 2022.

Nurhayati menegaskan bahwa Sekolah Sukma Bangsa bukanlah sekolah yang mengedepankan keuntungan. Sekolah ini katanya menganut sistem beasiswa penuh bagi anak-anak didiknya. Segala kebutuhan anak-anak dipenuhi oleh yayasan. Mulai dari makan dan minum, peralatan mandi, pakaian hingga fasilitas pendidikan lainnya.

“Pokoknya anak-anak yang masuk di sini (Sekolah Sukma Bangsa) cuma bawa baju di badan saja. Semua kebutuhan mereka disiapkan di sini,” kata Nurhayati.

Meski berstatus sekolah umum (SMP dan SMA), namun anak-anak di sekolah ini didik untuk bisa mandiri. Mereka diajari berbagai keterampilan, yang nanti setelah lulus dari sekolah itu bisa langsung mandiri.

Mereka bisa mendirikan usaha sendiri alias bisa menjadi “bos” tanpa harus menjadi pegawai negeri sipil. Ada berbagai macam keterampilan yang diajarkan. Misalnya keterampilan mengelas, membuat meubel dan lain sebagainya.

Pada penerimaan siswa baru SMA baru-baru ini, Sekolah Sukma Bangsa menargetkan sebanyak 60 orang. Namun masih kurang lima orang. Karena itu Nurhayati membuka kesempatan bagi para orang tua di Palu, Sigi dan Donggala, yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA, pihak Sekolah Sukma Bangsa Sigi masih membuka peluang untuk lima orang.

“Syarat pertamanya, anak tersebut harus mau tinggal di asrama Sekolah Sukma Bangsa. Di sini kebutuhan mereka semua dipenuhi oleh yayasan,” ujar Nurhayati.

Ada dua jenjang pendidikan yang tersedia di Sekolah Sukma Bangsa Sigi saat ini. Jenjang SMA dipimpin Ratna Sari Dewi, sedangkan SMP dinahkodai Mudzofir.

Nurhayati juga menegaskan, Sekolah Sukma Bangsa Sigi tidak berafiliasi dengan partai. Hal ini diungkapkanny sekaligus menjawab selentingan orang yang menyebut Sekolah Sukma Bangsa adalah milik partai.

“Padahal kami sama sekali tidak pernah melabeli sekolah ini dengan salah satu partai. Sekolah ini adalah sekolah umum, tidak ada kaitannya dengan perpolitikan,” jelas Nurhayati.

Terkait dengan pelabelan itu, Nurhayati kemudian bercerita pengalamannya ketika dia bertanya kepada salah seorang calon guru di Sekolah Sukma Bangsa.

“Saat itu salah satu calon guru saya tes. Saya tanya kepadanya terkait apa yang dia ketahui tentang Sekolah Sukma Bangsa. Saya sedikit kaget dia menjawab bahwa Sekolah Sukma Bangsa adalah sekolah partai. Wah, ini perlu diluruskan. Sekolah ini sama sekali tidak terkait dengan partai,” kata Nurhayati.

Memang kata Nurhayati Sekolah Sukma Bangsa didirikan oleh Surya Paloh yang tidak lain adalah Ketua Umum Partai Nasdem. Dan lokasi tanah Sekolah Sukma Bangsa ini adalah hibah dari Dr Hj Nilam Sari Lawira, yang tidak lain adalah ketua DPW Partai Nasdem.

“Tetapi semua itu sama tidak terkait dengan sekolah ini. Sekolah ini adalah sekolah umum. Hanya kebetulan saja yang mendirikan sekolah ini adalah orang partai,” tegas Nurhayati.

Di bagian lain, Nurhayati pun menyampaikan terima kasih atas dedikasi Hj Nilam Sari Lawira yang menyumbangkan tanahnya seluas 7 hektar untuk pembangunan Sekolah Sukma Bangsa. Karena dengan ketersediaan lahan itu, maka Sekolah Sukma Bangsa ini bisa dibangun di Kabupaten Sigi.

Di Sekolah Sukma Bangsa kata Nurhayati, mengajarkan tentang bagaimana hidup berbangsa dan bernegara. Anak-anak diajarkan tentang Pancasila. Karena itu katanya, dia mengaku sangat bersyukur bisa diajak bekerjasama untuk sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sekolah Sukma Bangsa di Sigi saat ini memiliki seratusan lebih siswa. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam. Ada yang beragama Islam dan ada pula yang Nasrani.

“Saat ini fasilitas rumah ibadah berupa masjid sumbangan dari Pak Surya Paloh sedang dalam proses pembangunan. Kedepan juga akan kita bangun rumah ibadah lainnya seperti gereja. Saat ini kami masih mencari donaturnya,” kata Nurhayati.

Sekolah Sukmah Bangsa adalah sekolah keempat yang dibangun Yayasan Grup Media Indonesia. Sekolah ini dibangun setahun pascabencana pada 2018 lalu. Semua siswa di sekolah ini diasramakan di lingkungan sekolah. Pakaian, makan dan minumnya sepenuhnya ditanggung yayasan.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas