Yohan. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh: Yohan (Dosen Jurusan IESP-FEB-UNTAD)

PEREKONOMIAN Kota Palu ditopang oleh 5 lapangan usaha yang menjadi basis, yaitu 1) Kosntruksi; 2) Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor; 3) Informasi dan Komunikasi; 4) Administrasi Pemerintahan, dan 5) Jasa Pendidikan. Kontribusi terbesar berada pada Lapangan Usaha Konstruksi 17,17 persen (Data PDRB 2021-ADHK).  Besarnya sumbangan lapangan usaha “Usaha Konstruksi” menjadikan perekonomian Kota Palu secara relatif masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif, dengan basis aktivitas ekonominya berada pada 14 lapangan usaha yang mengarahkan perekonomian Kota Palu dominan dalam lingkup jasa “menjadikan Kota Palu sebagai Kota Jasa”.

Hasil perhitungan LQ untuk 17 lapangan usaha pada Tahun 2016-2020 di Kota Palu menunjukkan bahwa ada 3 (tiga) lapangan usaha yang digolongkan non basis, yaitu: (1) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; (2) Pertambangan dan Penggalian; dan (3) Industri Pengolahan. Sedangkan untuk 14 (empatbelas) lapangan usaha lainnya tegolong sebagai lapangan usaha basis. Ekonomi Kota Palu yang bertumpuh pada 14 lapangan usaha basis dengan 9 lapngan usaha yang memberikan kontribusi yang melampui kontribusi rata-rata sebesar 5,89 persen, namun 2 dari 9 lapangan usaha tersebut berada pada lapangan usaha non basis (Pertambangan dan Penggalian; dan Industri Pengolahan). Capaian PDRB per kapita Kota Palu Tahun 2017-2021 menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 9,43 %, sedangkan Tahun 2020 mengalami kontraksi. Tahun 2021 merupakan pendapatan per kapita dengan nominal tertinggi bahkan setelah sempat terkoreksi pada tahun sebelumnya sebesar Rp. 69,32 Juta. Rata-rata laju pertumbuhan inflasi Kota Palu dari Tahun 2017 – 2021 sebesar 3,41%, lebih tinggi dari rata-rata inflasi nasional sebesar  2,60%. Kemiksinan Kota Palu mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen (masyarakat miskin menjadi 28.600 jiwa), dengan ketimpangan berada pada tingkatan “sedang”, dengan koefisien gini di atas angka 0,3 dan di bawah 0,4, dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tingkat pengangguran terbuka di Tahun 2020 sebesar 8,38 persen dan pada Tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 7,61 persen.

Risak “Meninyinggung-Nyinggung” ekonomi Kota Palu diharapkan dapat memicu adanya gagasan bagi Kota Palu untuk malakukan kerjasama antar daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat bagi daerah yang melakukan kerjasama. Kesejahteraan yang dicapai bukan hanya bagi daerah penggagas kerjasama, pemilik sumberdaya, namun semua daerah yang terlibat dalam dalam kerjasama akan memperoleh manfaat baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, maupun hukum. Bagi daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah, memang keuntungan dari kerjasama dari sisi ekonomi akan lebih banyak diperoleh daerah tersebut. Sejumlah alasan dibalik kerjasama antar pemerintah daerah: (1) kerjasama menghasilkan energi yang lebih besar khususnya untuk mengatasi persoalan bersama yang tidak dapat diatasi sendiri, (2) kerjasama mendorong proses belajar bersama untuk kemajuan bersama, (3) kerjasama mendorong praktik transparansi diantara pihak- pihak yang bekerjasama, dan (4) kerjasama akan menghilangkan sikap egoistik daerah, sehingga yang akan berkembang adalah visi kebersamaan antar pemerintah daerah.

Risak ekonomi ekonomi Kota Palu, yang menunjukkan betapa besarnya peran 5 (lima) sktor dari 14 (empatbelas) lapangan usaha jika dihubungkan dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Palu periode Tahun 2021 – 2026, yaitu membangun Kota Palu yang Mandiri, Aman dan Nyaman, serta Profesional dalam Konteks Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal dan Keagamaan. Visi tersebut, selanjutnya diterjemahkan ke dalam 4 (empat) misi, yaitu: (1) Membangun perekonomian yang mandiri dan siap bersaing dalam perkembangan ekonomi regional dan global; (2) Membangun kembali tatanan lingkungan yang aman dan nyaman dengan dukungan infrastruktur yang berketahanan terhadap bencana; (3) Mengembangkan sumber daya manusia yang tangguh menghadapi perkembangan global dan mampu beradaptasi terhadap bencana dan covid-19; dan (4) Menciptakan pemerintahan yang profesional dan selalu hadir melayani.

Sebagai landasan kerjasama antar Pemerintah Kota Palu dengan kabupaten di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah maupun dengan daerah di luar Provinsi Sulawesi Tengah dilekatkan pada Misi 1, yaitu Membangun perekonomian yang mandiri dan siap bersaing dalam perkembangan ekonomi regional dan global. Risak Ekonomi Kota Palu perlu terus disajikan dan ditelaah agar dapat merisak daerah lain di Provinsi Sulawesi Tengah atau di luar Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan kerjasama, dan meletakkan kerjasama pada prinsip: 1) Berkembang dan maju bersama; 2) Kesetaraan; 3) Berbasis pada potensi yang di miliki; 4) Saling menguntungkan; dan 5) Berkelanjutan.

Merisak ekonomi Kota Palu dari sisi keunggulan/potensi dan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki lapangan usaha/sektor unggulan Kota Palu, maka dilakukan identifikasi potensi kerjasama yang berbasis pada aktivitas yang yang berkaitan dengan: 1) Jasa-Jasa; 2) Ketenagakerjaan; 3) Perdagangan dan ekonomi kreatif, serta inovasi daerah; 4) Pertanian; 5) Perkebunan; dan 7) Peternakan dan perikanan.

Letak geografis dan ketersediaan infrastruktur Kota Palu menempatkan Kota Palu sebagai wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki Kementakan/Peluang dalam menggagas dan mengembangkan kerjasama berdasarkan pendekatan Government to Government (G to G); Business to Business (B to B); dan Government to Business (G to B). Peluang kerjasama antar Kota Palu dengan wilayah di Sulawesi Tengah maupun di Luar Sulawesi Tengah juga perlu mendorong keterlibatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kota Palu untuk mewujudkan sejumlah kerja sama dalam rangka menggeliatkan perekonomian Kota Palu secara berkelanjutan.

Kementakan mengembangkan kerjasama berdasarkan pendekatan G to G); B to B; dan G to B, dapat didorong oleh Pemerintahan Kota Palu (Bpk. Walokota H. Hadianto Rasyid, S.E., dan Ibu Wakil Walikota dr. Reny A. Lamadijdo, S.P. PK., M.Kes) berdasarkan ruang lingkup Misi 1, yaitu membangun perekonomian yang mandiri dan siap bersaing dalam perkembangan ekonomi regional dan global dapat diwujudkan dengan keseriusan dan dukungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah di antaranya: (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Sekretariat Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunkasi dan Infomatika, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, serta Dinas Perhubungan). Risak Ekonomi Kota Palu menjadi perlu pengamatan semakin mendalam, sebagai bagian untuk mengarahkan sejumlah kebijakan pada tataran kewenangan yang dimimiliki Pemerintah Kota Palu berdasarkan klasifikasi urusan dan indikator yang menjadi kewenangannya. Sejumlah tujuan, sasaran, dan indikatornya yang diterjemahkan ke dalam sejumah kebijakan dapat menyulut aktvitas lapangan usaha guna mendorong capaian pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, dan dibarengi dengan kestabilan harga, penurunan kemiskinan, pemenuhan jaminan kesehatan, pendidikan, dan infratruktur bagi kemajuan Pembangunan Perekonomian Kota Palu ——- (Palu, 28-07-2022).

Ayo tulis komentar cerdas