ILUSTRASI - Salah satu pertandingan di Liga Santri PSSI Sulteng 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Palu, Metrosulawesi.id – Dandim 1306 Palu mengungkapkan alasan wilayah Palu dan Donggala tidak berpartisipasi pada Piala KASAD Liga Santri PSSI seri provinsi Sulawesi Tengah 2022. Sebelumnya, hanya ada 10 Kabupaten di daerah setempat yang mengirimkan perwakilan.

Dandim 1306 Palu melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Mayor Inf Syarifudin Rasyid, mengungkapkan, sudah melakukan upaya untuk mengundang pondok pesantren diKkota Palu dan Donggala.

Begitu juga dengan menemui kepala pemerintah di daerah setempat. Dari beberapa wilayah yang dikunjungi, hanya beberapa daerah yang merespon positif di antaranya adalah wilayah Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.

“Kemarin sebenarnya di Donggala ada, hanya saja dukungan dari pemerintah yang kurang, kami sempat dilema juga, karena kami tidak punya anggaran juga,” katanya saat ditemui Metrosulawesi, Kamis (04/08/2022).

Menurut Syarifudin, kendala lainnya adalah banyak umur santri di Ponpes Palu maupun Donggala tidak memenuhi syarat. Sesuai regulasi, pemain yang berpartisipasi harus berusia di 17 tahun ke atas.

Meski begitu, menurutnya ada sejumlah tim yang bisa untuk ikut serta. Hanya saja kurangnya pendanaan dan dukungan dari pemerintah membikin Donggala dan Palu tak memiliki perwakilan.

Olehnya, kata Syarifudin, pihaknya tidak bisa memaksakan daerah yang tidak bisa berpartisipasi.

“Kami sudah sampaikan setiap kabupaten itu ada perwakilan, cuma ya itu kami tidak bisa memksakan,” ujarnya. (*)

Reporter: Addi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas