Kasmudin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Puluhan Guru Honerer di Donggala Resah

Donggala, Metrosulawesi.id – Sebanyak 82 guru honorer lingkup Pemerintah Kabupaten Donggala resah, karena dana apresiasi guru yang dikelola Bank BNI belum juga dicairkan. Sementara mereka sudah mengeluarkan biaya banyak untuk mengurusnya.

Salah satu guru honorer yang meminta namanya tidak ditulis mengatakan, ia dan penerima bantuan lainnya sudah beberapa kali mengurus proses pencairan, baik di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Donggala maupun ke pihak Bank BNI, tetapi tidak ada hasilnya. Bahkan katanya lagi ketika ia meminta buku tabungan diprint, pihak Bank BNI menolaknya.

“Tiga kali kami bolak-balik ke Donggala. Uang kami untuk mengurus ini, sudah habis Rp750 ribu. Jauh kami ini pak, dari Pantai Barat (tanpa sebut kecamatan),” katanya saat ditemui di kantor Dikjar, Selasa 2 Agustus 2022.

“Kami berharap bantuan apresiasi guru honor senilai Rp5 juta bisa segera cair, tapi sampai sekarang tidak ada. Bahkan kami kasihan berutang di luar, dengan harapan uang cair kami pakai bayar hutang lagi,” tambahnya.

Untuk mendapatkan dana bantuna apresiasi guru itu, mereka lebih dulu diminta untuk membuka rekening di Bank BNI.

“Kami sudah buka buku tabungan di BNI sebagai salah satu syarat, tapi pas kami mau cetak buku tabungan di Bank BNI Palu, dilarang petugas bank. Dia bilang boleh dicetak asal ada rekomendasi dari kepala Dinas pendidikan,” kisahnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Donggala, Kasmudin, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya program BUMN untuk tenaga guru honorer.

Sarno. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“Benar itu nama programnya bantuan apresiasi guru honorer tahun 2022. Dananya di Bank BNI bantuan BUMN, sampai sekarang belum cair uangnya. Padahal mereka (guru honorer) sudah melengkapi persyaratan, kasihan guru-guru honorer,” ucapnya.

“Kami punya mau, cairkan saja itu dana bagi guru honorer yang sudah lengkap persyaratannya. Tidak usah kolektif. Mereka (guru honorer) sering kemari bertanya. Kasihan juga mereka bolak-balik. Dikiranya, kami Dikjar yang menahan dana. Padahal tidak. Dana ada di Bank BNI. Untuk lebih jelasnya komiu tanya juga kepala bidang ku pak Sarno (sambil memerintahkan stafnya) memanggil pak Sarno,” bebernya.

Kepala Bidang Ketenagaan Dikjar Donggala, Sarno mengatakan program tersebut, diawali dengan kedatangan pihak bank BNI. Mereka datang dengan membawa daftar nama-nama guru honorer pada tahun 2020 lalu.

“Pihak BNI datang ke kantor bawa daftar nama guru honorer sebanyak 82 orang sebagai penerima Dana Apresiasi, dengan syarat guru honorer berusia 50 tahun ke atas,” kata Sarno.

“Ibu Indah namanya, pegawai BNI Palu, yang datang ambil berkas 82 guru honorer yang terima bantuan Rp5 juta per orang, dari tahun 2020 ini pak, tapi belum cair juga, sudah sering kami tanya ke BNI cuma belum ada kepastian pencairan,” tukasnya.

Sementara itu Karyawan BNI Palu Indah Susanti yang dikonfirmasi di ponselnya 0813-5442-22XX pada Rabu 3 Agustus 2022 membenarkan, jika dirinya yang dipercayakan mengurusi program yang diberi nama Bantuan Apresiasi Guru tersebut.

“Saya yang tangani ini program. Untuk proses saat ini dalam pengiriman berkas ke kantor pusat,” jawabnya.

Kata Indah lagi, untuk proses bantuan apresiasi guru secara teknis berbeda dengan bantuan yang biasa disalurkan.

“Kami sistem collect berkas dulu, kebetulan berkas masuk sampai Juni dan Juli juga masih ada. Kemudian saya verifikasi berkas. Proses selanjutnya kami kirim berkas ke kantor wilayah dan kantor Pusat. Selanjutnya diverifikasi, jika semua sudah sesuai, lanjut proses pencairan,” jelas Indah.

Ditanya alasan penolakan memprint buku tabungan salah satu guru honorer penerima bantuan, Indah tidak memberikan jawaban.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas